Usaha

 photo cooltext934587768.png
Home » » “Sejarah Pendidikan Islam Pada Masa Kerajaan Islam Di Indonesia”

“Sejarah Pendidikan Islam Pada Masa Kerajaan Islam Di Indonesia”


KATA PENGANTAR


Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah Subhanahuwata’ala, karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya yang diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas berupa makalah yang membahas tentang Pendidikan Islam pada masa Kerajaan Islam di Indonesia.
Penulis menyadari di dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan baik itu di dalam penyusunan ataupun di dalam penulisannya, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca agar penulis dapat mengetahui dimana letak kelemahan penulis sehingga pada penyusunan tugas yang selanjutnya penulis akan berusaha untuk memperbaiki kesalahan yang telah penulis lakukan di dalam penyusunan makalah ini.
Akhirnya Penulis mengharapkan dengan disusunnya makalah tentang Pendidikan Islam pada masa Kerajaan Islam di Indonesia ini akan dapat menambah pengetahuan dan juga mendorong semangat di dalam mempelajari mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam, tidak hanya bagi penulis tetapi juga bagi siapa saja yang membaca makalah ini.

                                                                                  Metro,      April 2011
                                                                                                  
                                                                                             Penulis




DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL..................................................................................................... i
KATA PENGANTAR.................................................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................................... iii
BAB I. PENDAHLUAN.............................................................................................. 1
BAB II. PAMBAHASAN............................................................................................ 2
A.    Penyajian data Sejarah ................................................................................ 2
B.     Analisis data Sejarah .................................................................................. 7
BAB III. PENUTUP .................................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA
SOAL-SOAL


BAB I
PENDAHULUAN


Msa kerajaan Islam merupakan slah satu dari periodesasi perjalanan sejarah pendidikan Islam di Indonesia, sebab sebagaimana lahirnya kerajaan Islam yang disertai dengan berbagai kebijakan dari penguasaannya saat itu, sangat mewarnai sejarah Islam di Indonesia terlebih-lebih agama Islam juga panah dijadikan resmi negara adalah kerajaan pada saat itu.
Perjalanan sejarah pendidikan islam di Indonesia, tentu saja kita tidak bisa menyampingkan bagaimana kerajaan Islam itu sendiri pada masa kerajaan islam ini.
Berikut ini akan dikemukakan beberapa kerajaan Islam di Indonesia serta bagaimana peranya dalam pendidikan islam dan dakwah islamiyah tertentu.

BAB II
PEMBAHASAN


A.    Penyajian data Sejarah
1.      Kerajaan Samudera Pasai
Para ahli sependapat bahwa agama Islam sudah masuk ke Indonesia: khsusunya Sumatera sejak abad ke 7 atau 8 M. ternyata dalam perkembangannya mengalami proses yang cukup lama, baru bisa mendirikan sebuah kerajaan Islam. Hal ini disebabkan, bahwa Islam itu masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang dan dengan cara damai, ditambah lagi bahwa masyarakat Islam tidak begitu berambisi untuk merebut kekuasaan politik, menyebabkan Islam berjalan dengan damai dan wajar.
Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah Kerajan Pasai yang didirikan pada abad ke 10 M dengan raja pertamanya al Malik Ibrahim bin Mahdum, yang kedua bernama Al Malik AL shaleh dan yang terakhir bernama al Malik Sabar SYah (tahun 1444 M/ abad ke 16 H)
Pada tahun 1345 M Ibnu Batutah dari Maroo, mengelilingi dunia dan singgah di Kerjaaan Pase pada zaman AL Malik al Zahir, keadaan di kerajaan Pase itu, dimana rajanya sangat alim dalam ilmu agama serta mazhab syafi’I, mengadakan pengajian sampai waktu asar serta fasih berbahasa Arab. Cara hidupnya sederhana.
2.      Kerajaan Perlak
Kerajaan Islam yang kedua di Indonesia adalah Perlak di Aceh, rajanya yang pertama Sultan Alaudin (th 1161-1186 H/abad 12 M). antara Pase dengan Perlak terjalin kerjasama yang baik sehingga seorang raja Pase kawin denganputri raja Perlak.
Berita perjalanan Marco Polo seorang berkebangsaan Italia pengelilingi dunia, pernah singga di Perlak pada tahun 1292 M. Dia menerangkan bahwa Ibukota Perlak ramai dikunjungi pedagang Islam dari Timur Tengah, Parsi dan India, yang sekaligus melakukan tugas-tugas dakwah.
Rajanya yang ke enam bernama Sultan Mahdum Alauddin Muhammad Amin, adalah seorang ulama yang mendirikan Perguruan Tinggi Islam. Suatu lembaga majlis taklim tinggi dihadiri kusus oleh para murid yan sudah alim. Lembaga tersebut mengajarkan dan membacakan kitab-kitab agama yang berbobot pengetahuan tinggi.
Dari Pase dan Perlak ini, dakwah Islam disebarkan ke negeri Malaka, Sumatera Barat dan Jawa Timur. 
3.      Kerajaan Aceh Darusalam
Ketika Kerajaan IslamPasai mengalami kemunduran, berdiri sebuah Kerajaan yan g diperintah oleh Sultan Muhammad Syah. Namun Kerajaan ini pun tidak bisa bertahan lama setelah mengalami masa kecemasan yaitu ketika sultan Muszaffar Syah (1450) memerintah. Sesudah itu terus mengalami kemunduran. Ia tidak mampu menguasai pengaruh dari luar terutama yang berada di Aceh. Maka sejak itulah kesultanan di Ace mulai berkembang.
Kerajaan Aceh Darusalam yang diproklamasikan pada tanggal 12 Zulkaedah 916 H (1511 M) menyatakan perang teradpa buta huruf dan buta ilmu. Hal ini merupakan tempaan sejak berabad-abad yang lalu, yang berlandaskan pendidikan Islam dan ilmu pengetahuan.
Proklamasi Kerajaan Ace Darussallam tersebut adalah hasil peleburan Kerajaan Islam Aceh di belahan barat dan Kerajaan Islam Samudra Pasai di Belahan timur. Putra sultan Abiddin Syamsu Syah diangkat menjadi raja dengan gelar Sultan ALauddin Ali Mughayat Syah (1807-1522).


4.      Kerajan Islam di Jawa (Demak)
Tentang berdirinya Kerajaan Dmeka, para ahli sejarah tampaknya berbeda pendapat. Sebagian ahli berpendapat bahwa Kerajaan demak berdiri pada tahun 1478 M, pendapat ini berdasarkan atas jatuhnya Kerajaan Majapahit. Adapula yang berpendapat, bahwa Kerajaan Demak berdiri pada tahun 1518 M. hal ini berdasarkan, bahwa pada tahun tersebut merupakan tahun mendapat serbuan tentara Raden Fatah dari Demak.
Kendatipun demikian, kehadiran Kerajaan Demak bukan penyabab runtuhnya Majapahit, keruntuhannya lebih banyak disebabkan kelamahan dan keancuran Majapaht dari dalam sendiri setelah wafatnya Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada. Kerajaan Majapahit didahuluii oleh kelemahan pemerintah pusatnya yang disusul oleh perang saudara. Misalnya perang antara Bre WIrabumi dengan putri mahkota Kusumawardhani, peran saudara di Majapahit ini berkepanjangan denganmemakan waktu ± 30 tahun, yang melibatkan 6 rang ahli waris dari Hayam Wuruk. Dengan demikian kerunthnan tersebut jelas bnukan disebabkan oleh agama Islam. Kehadiran Kerajaan Islam Demak dipandang oleh rakyat Majapahit sebagai cahaya baru yang membawa harapan. Kerajaan islam itu diharapkan sebagai kekuatan baru yang akan menghalau segala bentuk penederitaan lahir batin dan mendatangkan kesejahteraan. Raja majapahit sudah kenal Islam jauh sebelum kerajan Demak berdiri. Bahkan keluarga Raja Brawijaya sendiri kenal agama Islam melalui putri Cempa yang selalu bersikap ramah dan damai.
5.      Kerajaan Islam Mataram
Kerajaan Demak ternyata tidak bertahan lama, pada tahun 1568 M terjadi perpindahan kekuasaan dari Demak ke Panjang. Namun adanya perpindahan ini tidak menyebabkan terjadinya perubahan yang berarti terhadap sistem pendidikan dan pengajaran Islam yang sudah berjalan.
Baru setelah pusat Kerajaan Islam berpindah dari Pajang ke Mataram (1586), terutama di saat Sultan Agung (1613) berkuasa, terjadi beberapa macam perubahan. Sultan agung setelah mempersatukan Jawa Timur dengan Mataram serta daerah-daerah yang lain, sejak tahun 1630 M mencurahkan perhatiannya untuk membangun negara, seperti menggalakkan pertanian, perdagangan dengan luar negeri dan sebagainya, bakan pada zaman Sultan Agung juga kebudayaan, kesenian dan keesusasteraan sangat maju.
Atas usaha dan kebijaksanaan dari Sultan Agunglah kebudayaan lama yang berdasarkan Indonesia asli dan Hindu dapat diadaptasikan dengan agama dan kebudayaan Islam, seperti:
a.       Gerebeg di sesuaikan dengan hari raya Idul Fitri dan Maulid Nabi.
b.      Gamelan sekaten yang hanya dibunyikan pada gerebeg mulud, atas kehendak Sultan Agung dipukul di halaman masjid besar
c.       Karena hitungan tahun Saka (hindu) yang dipakai di Indonesia (Jawa) berdasarkan hitungan perjalanan matahari, berbeda dengan tahun Hijriah yang berdasarkan perjalanan bulan, maka pada tahun 1633 M atas perintah Sultan Agung, tahun saka yang telah berangka 1555 saka.
6.      Kerajaan Kalimantan
Islam maulai masuk di Kalimantan pada abad ke 15 M dengan cara damai, dibawa oleh muballig dari Jawa. Sunan Bonang dan SUnan Giri mempunyai santri-santri dari Kalimanta, Sulawesi dan Maluku. Sunan Giri, ketika berumur 23 tahun, pergi ke Kalimantan bersama saudagar Kamboja bernama Abu Hurairah. Gubahan SUnan Giri bernama Kalam Muyang dan gubahan SUnan Bonag bernama Sumur Serumbung menjadi buah mulut di Kalimantan. Muballig lainnya dari Jawa adalah Sayid NGabdul Rhman alias Khatib Daiyan dari Kediri.
Perkembangan Islam mulai mantap setelah berdirinya Kerajaan Islam di Bandar Masih di bawah pimpinan Sultan Suriansyah taun 1540 M bergelar pangeran Samudera dan dibantu oleh Patih Masih.
Pada tahun 1710 di Kalimantan terdapat seorang ulama besar bernama syekh Arsyah al Banjari dari desa Kalampayan yang terkenal sebagai pendidik dan muballlig besar. Pengaruhnya meliputi seluruh kaimantan (selatan, Timur dan Barat).
7.      Kerajaan Islam di Maluku
Islam masuk di Maluku dibawa oleh Muballig dari Jawa sejak zaman SUnan Giri dan dari Malaka. Raja maluku yang pertama masuk Islam adalah Sultan Ternate bernama Marhum pada tahun 1465-1486 M, atas pengaruh Maulana Husain, saudagar dari Jawa. Raja Maluku yang terkenal di bidang pendidikan dan dakwah Islam ialah sultan Zainudin Abidin, tahun 1486-1500 M. dakwah Islam di Maluku menghadapi dua tantangan, ayaitu yang datang dari orang-orang yang masih animis dan dari orang Portugais yang mengkristenkan penduduk Maluku. Sultan Sairun adalah tokoh yang pa,ling keras melawan orang Portugis dan usha Kristenisasi di Maluku. Tokoh missi Katholik yang perma di maluku ialam Fransiscus Zaverius tahun 1546 M. ia berhasil mengkhatolikkan sebagian dari penduduk maluku.
8.      Kerajaan di Sulawesi
Kerajaan yang mula-,ula berdasarkan Islam adalah Kerajaan Kembar Gowa Tallo tahun 1605 M. rajanya bernama I. Mallingkaang Daeng Mansyonri yang kemudian bergantiu nama dengan Sultan Abdullah Awwalul Islam. Menyusul di belakangnya raja Gowa bernama Sultan Aluddin. Dalam waktu dua tahun seluruh rakyatnya telah memeluk Islam. Muballig Islam yang berjasa di sana ialah Abdul Qorid Katib Tunggal gelar Dato Ri Bandang berasal dari Minangkabau, murid Sunan Giri. Seorang Portugis bernmama Pinto pada tahun 1544 M menyatakan telah mengunjungi SUlawesi dan berjumpa dengan pedagang-pedagang (muballig) Islam dari Malaka dan Patani (Thailand).
Pengaruh raja gowa dan Tallo dalam dakwah Islam sangatr besar terhadap raja-raja kecil lainnya. Diantara raja-raja itu sudah ada perjanjian yang berbunyi sebagia berikut: “Barangsiapa yang menemukan jalan yang lebih baik, maka ia berjanji akan memberitahukan kepada raja-raja yang menjadi sekutunya”. Jalan idisini berarti jalan idup atau agama. Dengan demikian maka Islam ikut mempersatukan kerajaan-Kerajaan yang semula selalu berperang itu.
Diantara ualam besar kelahiran Sulawesi sendiri adalah Syekh Maulana Yusuf yang belajar di Mekkah pada thaun 1644 M. ia pulang ke Indonesia dan menetap di Banten. Banyak santrinya datang dari Makasar, kemudian karna memberontak, dibuang oleh Belanda ke Sri Langka dan wafat di Afrika Selatan. Jenazahnya dipulangkan ke Makasar dan dikubur disana, ia mengarang kitab Tasawuf dalam Bahasa Arab, Bugis, Melayu dan Jawa.
Dari Sulawesi Selatan, AGAMA Islam mengembang ke Sulawesi Tengah dan Utara. Islam masuk daerah Manado pada zaman Sultan Hasanuddin, ke daerah Bolaang Mangondow di Sulawesi Utara pada tahun 1560 M, ke Gorontalo tahun 1612 M. Buku-buku lama di Gorontalo ditulis dengan huruf Arab.
B.     Analisis data Sejarah
Ada dua faktor penting yang menyebabkan masyarkaat Islam mudah berkembang di Aceh, yaitu:
a.       Letaknya yang strategis dalam hubungannya dengan jalur Timur Tengah dan Tiongkok
b.      Pengaruh Hindu-Budha dari Kerajaan Sriwijaya di Palembang tidak begitu berakar kuat di kalangan rakyat Aceh, karena jarak antara Palembang dan Aceh cukup jauh.
Keterangan Ibu Batutah dapat ditarik kepada sistem pendidikan yang berlaku di zaman Kerajaan Pase sebagai berikut:
a.       Materi pendidikan dan epngajarna agmaa bidang syari’at ialah Fiqih Mazhab Syafi’i
b.      Sistem pendidikannya secar ainformal berupa majlis taklim dan halaqah
c.       Tokoh pemerintahan merangkap sebagia tokoh ulama
d.      Biaya pendidikan agama bersumber dari negara.
Perlak merupakan daerah yang telretak sangat strategi sdi Pantai Selat Malaka, dan bebas dari pengaruh Hidun. Berdasarkan faktor demikian maka Islam dengan mudah sekali bertapak di Perlak tanpa kegoncangan sosial dengan penduduk Pribumi. Di Perlak terdapat suatu lemabga pendidikan lainnya berupa majlis taklim tinggi, yang dihadairi khusus oleh para muri yang sudah alim dan mendalam ilmunya. Pada majlis ta’lim ini diajarkan kitab-kitab agama yang punya bobot dan pengetahuan tinggi, seperti kitan Al Um karangan imam Syafi’i dan sebagainya.
Aceh pada saat itu merupakan sumber ilmu pengetahaun dengan sarjana-sarjananya yang tekrnal di dalam dan di luar negeri, sehingga banyaklah orang luar yang datang ke Aceh untuk menuntut ilmu. Bahkan ibukota Kerajaan Aceh Darussalam terus berkembang menjadi kota internasional danmenjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
Dalam bidang pendidikan di Kerajaan Aceh Darussalam adalah benar-benar mendapat perhatian. Pada saat itu terdapat lembaga-lembaga negara yang bertugas dalam bidang pendidikan dan Ilmu pengetahuan, diantaranya:
1.      Balai Seutia Hukama
Merupakan lembaga ilmu pengetahuan, tempat berkumpulnya para ulama, ahli pikir dan cendekiawan untuk membahas dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
2.      Balai Seutia Ulama
Merupakan jawaban pendidikan yang bertugas mengurus masalah-masalah pendidikan dan pengajaran.
3.      Balai Jamaah Himpunan Ulama
Merupakan kelompok studi tempat para ulama dan sarjana berkumpul untuk bertukar pikiran membahas persoalan-persoalan pendidikan dan ilmu kependidikannya
Jenjang pendidikan yang ada:
1.      Meunasah (Madrasah)
Terdapat di setiap kampung, berfungsi bsegaai sekolah dasar
2.      Rangkang
Diselenggarakan di setiap mukim, merupakan masjid sebagai tempat berbagai aktivitas umat termasuk pendidikan
3.      Dayah
Terdapat disetiap daerah ulebalang dan terkadang berpusat di masjid, dapat disamakan dengan Madrasah Aliyah sekarang.
4.      Dayah Teuku Cik
Dapat disamakan dengan perguruan tinggi atau akademi.
Kerajaan Islam Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa tersebut, maka penyiaran agama Islam semakin meluas, pendidikan dan pengajaran Islam pun bertambah maju.
Pelaksanaan pendidikan islam di Kerajaan Demak
Tentang sistem pelaksanaan pendidikan dan pengajaran agama Islam di Demak punya kemiripan dengan yang dilaksanakan di Aceh, yaitu dengan mendirikan mesjid di tempat-tempat yuang menjadi sentral di suatu daerah, disana diajarkan pendidikan agama di abwah pimpinan seorang Badal untuk menjadi seorang guru, yang menjadi pusat pendidikan dan pengajaran serta sumber agama Islam.
Pelaksanaan Pendidikan dan Pengajaran Agama Islam
Pada zaman Kerajaan Mataram, pendidian sudah mendapat perhatian sedemikian rupa, seolah-olah tertanam semajam kesadaran akan pendidikan pada masyarakat kala itu. Meskipun tidak ada semacam undang-undang wajib belajar, tetapi anak-anak usia sekolah tampaknya harus belajar pada tempat-tempat pengajian di desanya atas kehendak orang tuanya sendiri.
Selain pelajarna Al Qur’an, jug ada tempat pengajian kitab, bagi murid-murid yang jkhatam mengaji al Qur’an. Tempat pengajiannya disebut pesantre. Para santri harus tinggal di asrama yang dinamai pondok, di dekat pesantren tersebut.
Sistem pengajian kitab agama di Pesantren Kalimantan sama dengan sistem pengajian kitab di pondok pesantren di Jawa, terutama cara-cara menerjemahkannya ke dalam bahasa daerah. Salah saorang tokoh Islam yang masuk di Kalimantan Barat ialah Syarif Abdurrahman AL Kadri dari Handramaut pada thaun 1735 M dan kawin dengan putra Dayak yang akhirnya mewarisi Kerajaan di Kalimantan Barat Pontianak.
Salah seorang pejuang Islam lain dari Kalimantan Selatan ialah pangeran Antasari lahir pada tahun 1790 M – 1862 M, cucu dari Pangeran Amir, putra Sultan Tahmidillah I. Pangeran Antasari Melawan Belanda untuk memebela Agama Islam dan tana air. Ia diberi gelar oleh rakyat sebagai Khalifah Amirul Mukminin.
Dakwah Islam di Maluku menghadapi dua tantangan, yaitu yang datang dari orang-orang yang masih animis dan dari orang Portugis yuang mengkristenkan penduduk Maluku. Sultan Sairun adalah tokoh yang paling keras melawan orang Portugis dan usaha Kristenisasi di Maluku. Tokoh missi Khatolik yang pertama di Maluku ialah Fransiscus Zaverisu tahun 1546 M. Ia berhasil mengkatolikkan sebagian dari penduduk Maluku.
Agama Islam yang telah kuat di Sulawesi Selatan itu menjalar masuk ke Kepulauan Nusa Tenggara, yaitu ke Bima (Sumbawa) dan Lombok, dibawa oleh pedagang-pedagang Bugis. Sumbawa di Kuasai Kerajaan Gowa pada tahun 1616 M.  

BAB III
PENUTUP



Dari beberapa penjelasan di atas penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa pendidikan Islam pada masa kerjaan Islam di Indonesia sudah mulai menyebar luas hal tersebut dibuktikan dengan adanya tingkatan-tingkatan jenjang pendidikan yang diberikan kepada para santri-santrinya serta beberapa tempat yang dijadikan lembaga pendidikannya.
Selain itu isi pendidikan yang diberikan pada masa itu sepertihalnya disebutkan di pembahasan di atas adalah pembahasan mengenai fiqih yang bermazhabkan kepada imam as Syafi’i, begitupula kitab-kitab yang dipelajari.
Sehingga pada masa itu merupakan awal dari pendidikan Islam di Indonesia yang banyak dipelopori oleh para kerajaan-kerjaan Islam pada masa itu.

DAFTAR PUSTAKA



Muchtarom, Zuhairini, (2008), Sejarah Pendidikan Islam, Bumi Aksara: Jakarta
Hasbullah, (2001), Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, PT Raja Grafindo Persada: Jakarta
http://iskandarberkasta-sudra.blogspot.com/2011/03/sejarah-pendidikan-indonesia-pada-masa.html
http://dahlanforum.wordpress.com/2009/05/02/kerajaan-kerajaan-bercorak-islam-di-indonesia/

SOAL-SOAL



1.      Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah ...
a.       Kerjaan Samudra Pasai
b.      Kerajan Perlak
c.       Kerajaan Demak
d.      Kerjaan Kalimantan
e.       Kerajaan Sulawesi
2.      Kapankah Kerajan Aceh Darussalam diproklamasikan ...
a.       11 Zulkaedah 916 H
b.      10 Zulkaedah 916 H
c.       12 Zulkaedah 916 H
d.      12 Zulhijah 916 H
e.       10 Zulhijah 916 H
3.      Siapakah nama Raja pertama pada abad ke 10 m dari kerajaan Islam yang pertama di Indonesia ...
a.       Al Malik Ibrahim bin Mahdun
b.      Al Malik Al Soleh
c.       Al Malik Sabar Syah
d.      Sultan Alaudin
e.       Al Malik al Jahar
4.      Sebutkan faktor penting yang menyebabkan masyarakat Islam mudah berkembang di Aceh ...
a.       Rempah-rempah yang melimpah
b.      Letaknya yang strategis dalam hubungannya dengan jalur Timur Tengah dan Tiongkok
c.       Masyarakat Islam yang tidka begitu ambisi
d.      Masyarakat Islam yang ramah tamah
e.       Biaya pendidikan dari sumber negara
5.      Pada tahun berapakah Marco pola perna singgah di Kerjaan Perlak ...
a.       1291 M
b.      1912 M
c.       1292 M
d.      1294 M
e.       1492 M
6.      Pada masa kerajaan islam mataram, terjadi beberapa macam perubahan yaitu ...
a.       Perubahan internal dalam kerjaan
b.      Banyak masyarakat masuk Islam
c.       Rempah-rempah menjadi melimpah
d.      Mempersatukan Jawa Timur dengan Mataram, membantun Negara, perubahan pada kebudayaan, kesenian dan kesusasteraan.
e.       Harga emas menjadi murah
7.      Salah satu lembaga-lembaga negara yang bertugas dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetauan adalah ...
a.       Balai jamaah muhammadiyah
b.      Balai jamaah Nahdatul Ulama
c.       Balai Seutian Hukuma
d.      Balai Pendidikan
e.       Balai Kebudayaan
8.      Apakah yang dimaksud dengan Dayah Teuku Cik ...
a.       Dapat disamakan dengan Sekolah Menengah Atas
b.      Dapat disamakan dengan Sekolah Dasar
c.       Dapat disamakan dengan Madrasah Tsanawiyah
d.      Dapat disamakan dengan Madrasah Aliyah
e.       Dapat disamakan dengan perguruan tinggi / Akademik
9.      Salah satu pejuang dikalimantan selatan adalah ...
a.       Pangeran Hayam Muruk
b.      Pangeran Amir
c.       Pangeran Antasari
d.      Sultan Tahmid Dillah
e.       Syaris Abdurrahman Al Kadri
10.  Sistem pelaksanaan pendidikan dan pengajaran Agama Islam di Demak adalah ...
a.       Mendirikan sekolah-sekolah
b.      Mendirikan pesantren
c.       Mengajarkan kitab-kitab kuning
d.      Mendirikan masjid

KUNCI JAWABAN


1
A
6
D
2
D
7
C
3
A
8
E
4
B
9
C
5
C
10
D

Share this games :

1 komentar:

  1. Sangat lengkap penjelasan tentang Sejarah Islam di Indonesia yang sedang saya cari... Terima kasih

    BalasHapus

Komentar yang sopan