Usaha

 photo cooltext934587768.png
Home » » PENDIDIKAN ISLAM MASA PEMBAHARUAN

PENDIDIKAN ISLAM MASA PEMBAHARUAN


KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam yang telah memberikan taufiq, hidayah serta inayah-Nya kepada kami sehingga kami dalam menyelesaikan tugas makalah ini bisa berjalan tanpa adanya hambatan yang di luar kemampuan.
Shalawat beserta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Agung kita Muhammad SAW, yang telah membawa risalah dari Allah SWT terutama nabi yang telah membawa mu’jizatnya yang berupa Al-Qur’an, yang dengannya bisa kita peroleh petunjuk dan segala macam ilmu.
Untuk yang selanjutnya kami mengucapkan terima kasih kepada segenap rekan-rekan kami, terutama kepada dosen kami yang telah memberi tugas dan bimbingan kepada kami, sehingga dapat tersusun makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam makalah kami masih banyak terdapat kesalahan yang itu memang kelemahan dari kami, untuk itu, kami mohon kiranya rekan-rekan sekalian terutama kepada Bapak dosen untuk memberikan saran yang bisa kami jadikan pengalaman untuk kesuksesan kami khususnya dan rekan-rekan umumnya.
Akhirnya kami berharap, makalah ini semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Amiin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Metro,   April 2011


Penyusun

DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL.................................................................................         i
KATA PENGANTAR..............................................................................        ii
DAFTAR ISI..............................................................................................       iii
BAB I      PENDAHULUAN.....................................................................        1
BAB II    PEMBAHASAN........................................................................        2
A.    Massa Pembaharuan Pendidikan Islam.................................        2
B.     Analisis Fakta (Data Sejarah)................................................        6
BAB III   PENUTUP.................................................................................        7
A.    Kesimpulan............................................................................        7
B.     Saran......................................................................................        7
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

Kebangkitan intelektual di Eropa memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan Eropa. Semangat Nasionalisme menyusul melimpahnya kekayaan yang dibawa dari Amerika dan Timur jauh membuat negara-negara Eropa menjadi kuat, baik militer, ekonomi, maupun ilmu pengetahuan dan tekhnologi.
Jika sebelumnya Islam memiliki kekuatan yang besar baik politik, ekonomi, maupun ilmu pengetahuan sehingga dapat mengalahkan dan menguasai beberapa wilayah barat, seperti, Spanyol, Sicilia, Asia Kecil dan sebagainya.
Kini keadaan menjadi berbalik, sekarang barat yang maju, sedangkan Islam tidak lagi memiliki kekuatan yang dapat dibanggakan. Semua itu membuat Islam merasakan kekalahan-kekalahan ketika Eropa mulai bangun dan berusaha melepaskan diri dari kekuasaan Islam.
Penetrasi Barat juga tak terkalahkan lagi, Mesir sebagai salah satu pusat Islam yang penting, juga dapat dikuasai oleh ekspedisi Napoleon. Tidak cukup dengan itu, kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi mendorong negara-negara Eropa mengembangkan tekhnologi Industri.
Eskploitasi dan intervensi Barat lama kelamaan menggugah, menginsafkan dan menyadarkan akan keterbelakangannya umat Islam.
Mereka tergugah untuk melawan dan membebaskan diri dari kekuasaan Barat. Keinginan untuk melawan Barat haruslah didahului dengan mengadakan perubahan dalam diri umat Islam.
Sebagai konsekuensi logis dan upaya reformasi dan modernisasi tersebut, terciptalah usaha-usaha perubahan dan pembaharuan di Bidang Pendidikan Islam.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Massa Pembaharuan Pendidikan Islam
Setelah warisan filsafat dan ilmu pengetahuan Islam diterima oleh bangsa Eropa dan umat Islam sudah tidak memperhatikannya lagi maka secara berangsur-angsur telah membangkitkan kekuatan di Eropa dan menimbulkan kelemahan di kalangan umat Islam. Secara berangsur-angsur tetapi pasti, kekuasaan umat Islam ditundukkan oleh kekuasaan bangsa Eropa.
Sebenarnya kesadaran akan kelemahan dan ketertinggalan kaum muslimin dari bangsa-bangsa Eropa dalam berbagai bidang kehidupan ini, telah timbul mulai abad ke 11 H/17 M dengan kekalahan-kekalahan yang diderita oleh kerajaan Turki Usamani dalam peperangan dengan negara-negara Eropa. Kekalahan-kekalahan tersebut mendorong raja-raja dan pemuka-pemuka kerajaan untuk menyelidiki sebab-sebab kekalahan mereka dan rahasia keunggulan lawan. Mereka mulai memperhatikan kemajuan kebudayaan Eropa, terutama Perancis yang merupakan pusat kemajuan kebudayan Eropa pada masa itu dan mengirim duta-duta untuk mempelajari kemajuan Eropa, terutama di bidang militer dan kemajuan Ilmu pengetahuan.
Dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan modern dari Barat, untuk pertama kali dalam dunia Islam dibuka suatu percetakan di Istambul pada tahun 1727 M. Guna mencetak berbagai macam buku ilmu pengetahuan yang diterjemahkan dari buku-buku ilmu pengetahuan barat, Al-Qu’ran dan ilmu-ilmu pengetahuan agama lainnya.
Pendudukan Mesir oleh Napoleon Bonaparte tahun 1798 M, adalah merupakan tonggak sejarah bagi umat Islam untuk mendapatkan kembali kesadaran akan kelemahan dan keterbelakangan mereka. Ekspedisi Napoleon tersebut bukan hanya menunjukkan akan kelemahan umat Islam, tetapi juga sekaligus menunjukkan kebodohan mereka. Ekspedisi Napoleon tersebut disamping membawa pasukan tentara yang kuat, juga membawa pasukan ilmuwan dengan seperangkat peralatan ilmiah, untuk mengadakan penelitian di Mesir. Inilah yang memuka mata kaum muslimin akan kelemahan dan keterbelakangannya, sehingga akhirnya timbul berbagai macam usaha pembaharuan dalam segala bidang kehidupan, untuk mengejar ketertinggalan dan keterbelakangan mereka, termasuk usaha-usaha di bidang pendidikan.

1.      Pola-Pola Pembaharuan Pendidikan Islam
Dalam diri kaum muslimin pada masa itu terjadi tiga pola pemikiran pembaharuan Pendidikan Islam yaitu :
1)      Golongan yang berorientasi pada pola pendidikan modern di Barat.
Pada dasarnya mereka berpendapat bahwa sumber kekuatan dan kesejahteraan hidup yang dialami oleh Barat adalah sebagai hasil dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang mereka capai. Mereka juga berpendapat bahwa apa yang dicapai oleh bangsa-bangsa Barat sekarang, tidak lain adalah merupakan pengembangan dari ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang pernah berkembang di dunia Islam. Oleh karena itu, mereka bertekad untuk mengembalikan kekuatan dan kejayaan umat Islam, sumber kekuatan dan kesejahteraan tersebut harus di kuasai kembali.
Pembaharuan pendidikan dengan pola Barat ini, mulanya timbul di Turki Usmani pada akhir abad ke 11 H / 17 M setelah mengalamai kalah perang dengan berbagai negara Eropa Timur pada masa itu, yang merupakan benih bagi timbulnya usaha sekularisasi Turki yag berkembang kemudian dan membentuk Turki Modern. Sultan Mahmud II (yang memerintah di Turki Usmani 1807-1839), adalah pelopor pembaharuan pendidikan di Turki.
Usaha-usaha yang dilakukan oleh Sultan Mahmud II diantaranya:
-          Mengadakan perubahan dalam kurikulum madrasah dengan menambahkan pengetahuan-pengetahuan umum ke dalamnya yang semula hanya mengajarkan pengetahuan agama.  
-          Mengeluarkan perintah supaya anak sampai umur dewasa jangan dihalangi masuk madrasah.
-          Mendirikan sekolah militer, sekolah teknik, sekolah kedokteran dan sekolah pembedahan.
-          Mengirim siswa-siswi ke Eropa, untuk memperdalam ilmu pengetahuan dan teknologi langsung dari sumber pengembangan.
Pola pembaharuan pendidikan yang berorientasi ke barat ini, juga nampak dalam usaha Muhammad Ali Pasya di Mesir yang berkuasa pada tahun (1805-1848) yaitu dengan mengadakan pembaharuan dengan jalan mendirikan sekolah yang meniru sistem pendidikan dan pengajaran Barat, mendatangkan guru-guru dari Barat (terutama dari Perancis), mengirimkan pelajar ke Barat untuk belajar, menterjemahkan buku-buku Barat ke dalam bahasa Arab.
2)      Gerakan pembaharuan pendidikan Islam yang berorientasi pada sumber Islam yang murni.
Pola ini berpandangan bahwa sesungguhnya Islam sendiri merupakan sumber bagi kemajuan dan perkembangan peradaban dan ilmu pengetahuan modern. Mernurut analisis mereka, diantara sebab-sebab kelemahan umat Islam adalah karena mereka tidak lagi melaksanakan ajaran agma Islam secara semestinya. Ajaran-ajaran Islam yang menjadi sumber kemajuan dan kekuatannya ditinggalkan, dan menerima ajaran-ajaran Islam yang sudah tidak murni lagi.
Pola pembaharuan ini telah dirintis oleh Muhammad bin Abd al-Wahab, kemudian dicanangkan kembali oleh Jamaluddin Al-Afgani dan Muhammad Abduh (akhir abad 19 M).
3)      Usaha pembaharuan pendidikan yang berorientasi pada nasionalisme. Rasa nasionalisme timbul bersama dengan berkembangnya pola kehidupan modern, dan mulai dari Barat. Bangsa-bangsa Barat mengalami kemajuan rasa Nasionalisme yang kemudian menimbulkan kekuatan-kekuatan politik yang berdiri sendiri. Keadaan tersebut mendorong pada umumnya bangsa-bangsa Timur dan bangsa terjajah lainya untuk mengembangkan nasionalisme masing-masing.
Disamping itu, adanya keyakinan di kalangan pemikir-pemikir pembaharuan di kalangan umat Islam, bahwa pada hakikatnya ajaran Islam bisa diterapkan dan sesuai dengan segala zaman dan tempat. Oleh karena itu, ide pembaharuan yang berorientasi pada nasionalisme ini pun bersesuaian dengan ajaran Islam.

2.      Dualisme Sistem Pendidikan Islam
Sistem pendidikan modern, pada umumnya dilaksanakan oleh pemerintah, yang pada mulanya adalah dalam rangka memenuhi tenaga-tenaga ahli untuk kepentingan pemerintah, dengan mengguanakan kurikulum dan mengembangkan ilmu-ilmu pengetahuan modern. Sedangkan sistem pendidikan tradisional yang merupakan sisa-sisa dan pengembangan sistem zawiyah, ribat atau pondok pesantren dan madrasah yang telah ada di kalangan masyarakat, pada umumnya tetap mempertahankan kurikulum tradisional yang hanya memberikan pendidikan dan pengajaran keagamaan. Dualisme sistem dan pola pendidikan inilah yang selanjutnya mewarnai pendidikan Islam di semua negara dan masyarakat Islam.
Pada umumnya usaha pendidikan untuk memadukan antara kedua sistem telah diadakan, dengan jalan memasukkan kurikulum ilmu pengetahuan modern ke dalam sistem pendidikan tradisional, dan memasukkan pendidikan agama ke dalam kurikulum sekolah-sekolah modern. Dengan demikian diharapkan sistem pendidikan tradisional akan berkembang secara berangsur-angsur mengarah ke sistem pendidikan modern. Dan inilah yang sebenarnya dikehendaki oleh para pemikir pembaharuan pendidikan Islam, yang berorientasi pada ajaran Islam yang murni.



B.     Analisis Fakta Sejarah
Pemikiran pembaharuan Islam terjadi sekitar pada abad ke 17 M. Pemikiran pembaharuan di dalam tubuh Islam sendiri didasari atas kesadaran kaum muslimin akan ketertinggalan mereka dalam berbagai bidang terutama dalam bidang pendidikan dibandingkan dengan orang-orang Barat.
Para pemikir Islam salah satunya adalah Sultan Mahmud II berusaha untuk mengadakan perubahan dalam kurikulum madrasah dengan menambahkan pengetahuan-pengetahuan umum ke dalamnya yang semula hanya mengajarkan pengetahuan agama. Yang inspirasinya seolah-olah mengadopsi pemikiran-pemikiran dari Barat, akan tetapi sebenarnya merupakan ajaran Islam yang murni yang menghendaki keseimbangan antara kehidupan dunia dan akherat.
Adapun pemikir-pemikir muslim yang lain mengemukakan tema pembaharuan dengan opini / ide dasar yaitu :
a.       Mengembalikan ajaran Islam kepada unsur aslinya, dengan bersumberkan Al-Qur’an dan Hadist, dan membuang segala bid’ah, khurafat, tahayul dan mistik.
b.      Menyatakan dan membuka kembali pintu ijtihad.
Menurut golongan berfikir usaha pembaharuan pendidikan yang berorientasi pada nasionalisme berusaha memperbaiki kehidupan umat Islam dengan memperhatikan situasi dan kondisi objektif umat Islam yang bersangkutan. Dalam usaha mereka bukan semata mengambil unsur-unsur budaya Barat yang sudah maju, tetapi juga mengambil unsur dari budaya warisan bangsa yang bersangkutan. Ide kebangsaan inilah yang akhirnya menimbulkan timbulnya usaha merebut kemerdekaan dan mendirikan pemerintahan sendiri dikalangan pemeluk Islam.
Sebagai akibat dari pembaharuan dan kebangkitan kembali pendidikan Islam ini, terdapat kecendrungan dualisme sistem pendidikan Islam di kebanyakan negara muslim, yaitu perpaduan antara sistem pendidikan modern dan sistem pendidikan tradisional.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa
Pendidikan Islam mengalami fase kebangkitan kembali yang dinamakan fase pembaharuan. Pada fase ini pendidikan Islam mulai naik dengan beberapa tokoh yang menjadi pelopor. Kebangkitan kembali umat Islam khususnya bidang pendidikan adalah dalm rangka untuk pemurnian kembali ajaran-ajaran Islam dengan pelopor di berbagai daerah seperti Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, Pembaharuan di Turki, dan Muhammad Iqbal di India.
Terjadinya tiga pola pembaharuan pemikiran pendidikan Islam. Ketiga pola tersebut yaitu :
a.       Pola pembaharuan yang berorientasi pada pola pendidikan Barat.
b.      Golongan yang berorientasi pada sumber Islam yang murni.
c.       Usaha yang berorientasi pada Nasionalisme.

B.     Saran
Sebaiknya seorang muslim tidak hanya mementingkan kehidupan akherat saja maupun dunia saja, melainkan keseimbangan antara kehidupan di akherat dan kehidupan di dunia, dalam berbagai bidang salah satunya adalah dalam bidang pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Dra. Zuhairini, Dkk. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta : Bumi Aksara. 2008.
Asrahah, Hanun. Sejarah Pendidikan Islam/Hanun Asrahah. Jakarta : Logos. 1999.
http://m­_abatasa.com





SOAL-SOAL



1.      Dibawah ini merupakan usaha pembaharuan pendidikan Islam yang dilakukan oleh Sultan Mahmud II, kecuali... .
a.       Mengadakan perubahan dalam kurikulum madrasah dengan menambahkan pengetahuan-pengetahuan umum didalamnya.
b.      Mengeluarkan perintah agar anak sampai umur dewasa jangan dihalangi untuk masuk madrasah.
c.       Mendirikan sekolah-sekolah umum.
d.      Mengirimkan siswa-siswi ke Eropa untuk memperdalam ilmu pengetahuan dan tehnologi.
e.       Mendatangkan guru-guru dari Barat untuk memenuhi tenaga guru.
2.      Usaha yang dilakukan oleh Muhammad Ali Pasya untuk mengalihkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah berkembang di Barat yaitu :
a.       Mendirikan berbagai macam sekolah yang meniru sistem pendidikan barat.
b.      Mendatangkan guru-guru dari barat.
c.       Membuka sekolah-sekolah modern.
d.      Menggalakkan penerjemahan buku-buku barat ke dalam bahasa Arab.
e.       Memasukkan pengetahuan-pengetahuan umum ke dalam kurikulum madrasah.
3.      Berikut adalah nama tokoh-tokoh pembaharuan pendidikan Islam, kecuali....
a.       Jamaluddin Al-Afghani
b.      Rasyid Ridha
c.       Muhammad bin Abdul Wahab
d.      Muhammad Abduh
e.       Muhammad M. Syarif
4.      Pembaharuan Pendidikan Islam yang berorientasi pada pola pendidikan modern di Barat bermula di negera....
a.       Di India
b.      Di Turki
c.       Di Inggris
d.      Di Perancis
5.      Berikut adalah usaha yang dilakukan oleh golongan yang berorientasi pada pola pendidikan modern di Barat yaitu ....
a.       Mendirikan sekolah-sekolah dengan pola sekolah barat, baik sistem maupun sis pendidikannya.
b.      Mengadakan interpretasi baru tentang ajaran-ajaran Islam.
c.       Mendirikan majlis pendidikan tinggi.
d.      Memperbaiki kehidupan umat Islam dengan memperhatikan situasi dan kondisi Umat Islam.
e.       Memperkuat didikan agama di sekolah-sekolah pemerintah.
6.      Pernyataan ”Islam adalah sesuai dengan untuk semua bangsa, semua zaman dan semua keadaan”. Merupakan pernyataan pola pemikiran pembaharuan dari golongan....
a.       Golongan yang berorientasi pada pola pendidikan modern di Barat.
b.      Golongan gerakan pembaharuan pendidikan Islam yang berorientasi pada sumber Islam yang murni.
c.       Golongan usaha pembaharuan pendidikan yang berorientasi pada nasionalisme.
d.      Golongan dualisme sistem pendidikan Islam.
e.       Pernyataan dari Sultan Mahmud II (yang memerintah di Turki Usmani 1807-1939 M).
7.      Yang menjadi latar belakang utama munculnya pemikiran Pembaharuan Pendidikan Islam pada kalangan umat islam adalah....
a.       Kesadaran umat Islam itu sendiri
b.      Dorongan dari pihak lain
c.       Motivasi dari bangsa-bangsa Eropa
d.      Pemikiran Sultan Mahmud II (Khalifah Turki Usmani)
e.       Keterbelakangan umat Islam.
8.      Yang menjadi latar belakang munculnya usaha pembaharuan pendidikan Islam yang berorientasi pada nasionalisme adalah....
a.       Mengembalikan kemurnian ajaran Islam
b.      Kesamaan bangsa dan sejarah kebudayaan umat Islam
c.       Umat Islam mendapati kenyataan bahwa mereka terdiri dari berbagai bangsa yang berbeda latar belakang dan sejarah perkembangan kebudayaannya.
d.      Kesepakatan para ulama pada masa itu
e.       Untuk merebut kemerdekaan dan mendirikan pemerintahan sendiri
9.      Selogan ”Bhinika Tunggal Ika” yang menjadi selogan persatuan di negera Indonesia saat ini, memiliki kesamaan pemikiran dengan pola pemikiran pembaharuan pendidikan Islam yaitu ....
a.       Golongan yang berorientasi pada pola pendidikan modern di Barat.
b.      Golongan gerakan pembaharuan pendidikan Islam yang berorientasi pada sumber Islam yang murni.
c.       Golongan usaha pembaharuan pendidikan yang berorientasi pada nasionalisme.
d.      Golongan dualisme sistem pendidikan Islam.
e.       Pernyataan dari Sultan Mahmud II (yang memerintah di Turki Usmani 1807-1939 M).
10.  Dualisme sistem pendidikan Islam adalah usaha untuk.....
a.       Menerapkan sistem pendidikan tradisional saja
b.      Menerapkan sistem pendidikan modern saja
c.       Menerapkan sistem pendidikan di pesantren
d.      Menerapkan sistem pendidikan seperti pola pendidikan modern di Barat.
e.       Memadukan sistem pendidikan modern dengan sistem pendidikan tradisional




KUNCI JAWABAN



1.      E
2.      D
3.      E
4.      B
5.      A
6.      B
7.      A
8.      C
9.      C
Share this games :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar yang sopan