Usaha

 photo cooltext934587768.png
Home » , » Pilih Kreatif atau Cerdas?

Pilih Kreatif atau Cerdas?


Apa jawaban Anda jika diminta memilih, anak harus tumbuh kreatif atau cerdas? Banyak orangtua masih sulit memilih mana yang lebih baik, antara kreatif atau cerdas.Perlu diketahui bahwa kedua pilihan tersebut jelas berbeda.

Kreativitas memang bukan anugrah yang diberikan Tuhan secara instan, melainkan butuh proses untuk mendapatkannya. Proses ini tentu butuh campur tangan orangtua sebagai konseptor, yang berperan penting dalam menentukan hitam putihnya masa depan anak. Anak merupakan tanggung jawab orangtua secara utuh, dan apa yang dibutuhkan anak, orangtualah yang seharusnya lebih tahu. Sebab tak ada yang mengenal anak sebaik orangtua mereka sendiri. Jadi kemanapun arah fokus pendidikan anak merupakan tanggung jawab orangtua.

Banyak orangtua yang menganggap bahwa apa yang diajarkan kepada anak telah benar, namun hal itu ternyata belum cukup. Orangtua hanya akan membuat anak cerdas bukan kreatif. Padahal, dengan kreatif maka anak akan menjadi cerdas. Terdapat beberapa alasan utama yang melatarbelakangi mengapa sejak dini kita sebagai orangtua perlu berusaha untuk mengasah kreativitas anak kita.

Saat ini, terjadi beberapa perubahan yang begitu pesat. Itulah mengapa menjadi kreatif sangat diperlukan, selain pola berpikir cepat dan fleksibel, anak pun akan lebih adaptif dalam menyikapi tuntutan-tuntutan yang sesuai. Berpikir dan bersikap kreatif dapat menjadi solusinya. Alasan lain adalah menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri dalam rangka mengoptimalkan kecerdasan anak. Perhatikan paradigma kebanyakan orangtua di Indonesia yang ‘justru’ lebih mengedepankan pemenuhan kebutuhan otak kiri dibandingkan otak kanan.

Namun yang perlu diingat oleh para orangtua adalah setiap anak terlahir dengan potensi yang memiliki kesamaan sifat yaitu spontan, ingin tahu, dan tertarik dengan sesuatu yang baru. Oleh karena itu, jika sejak awal sudah merupakan potensi anak, maka akan menjadi kerugian besar bagi orangtua jika menyia-nyiakannya.

Orangtua memiliki peran yang cukup besar dalam merangsang anak untuk berkreasi. Kreativitas anak menentukan 80 persen keberhasilan anak di masa depannya, sementara 20 persen lainnya ditentukan oleh inteligensi anak. Cerdas saja belum cukup membuat anak menjadi seorang yang sukses, tetapi anak yang kreatif berpeluang lebih besar untuk menjadi orang besar.
Share this games :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar yang sopan