Usaha

 photo cooltext934587768.png
Home » » BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
         Setiap usaha yang dilakukan oleh manusia akan berhasil dengan baik apa bila mempunyai tujuan yang jelas yang dirumuskan sebelumnya. Begitu pula dengan kegiatan belajar, kegiatan belajar akan berhasil dengan baik apa bila sebelumnya telah direncanakan dan dirumuskan tentang apa saja yang menjadi tujuan dalam kegiatan belajar itu sendiri. Tujuan belajar adalah seperangkat hasil yang hendak di capai setelah siswa melakukan kegiatan belajar.[1] Sedangkan hasil yang telah dicapai oleh siswa dalam kegiatan belajar disebut dengan prestasi belajar.
Untuk mendapatkan prestasi belajar sesuai dengan apa yang diharapkan, maka guru sebagai seorang pendidik perlu meningkatkan motivasi belajar siswa dengan baik dan aktif. Selain itu juga siswa perlu memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar, yang berarti siswa yang mempunyai motivasi yang berasal dari diri sendiri siswa akan memiliki tujuan menjadi orang yang terdidik dan berpengetahuan. Salah satu faktor yang menjadi tolak ukur keberhasilan sekolah adalah kinerja guru, yang dimaksud dengan kinerja guru adalah hasil kerja guru yang terefleksi dalam cara merencanakan, melaksanakan, dan menilai proses belajar mengajar yang intesitasnya di landasi oleh etos kerja, serta profesional guru dalam proses pembelajaran.
         Guru merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil belajar yang berkualitas. Oleh karena itu upaya perbaikan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa didukung oleh guru yang profesional   dan berkualitas.
Sebagai pengajar atau pendidik guru merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan setiap upaya pendidikan. Kinerja guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, merupaka faktor utama dalam pencapaian tujuan pengajaran, keterampilan penguasaan proses pembelajaran ini sangat erat kaitanya dengan tugas dan tanggung jawab guru sebagai pengajar dan pendidik.
Selain kinerja guru agar prestasi belajar dapat tercapai dengan baik maka siswa harus mempunyai motivasi, motivasi adalah dorongan yang terdapat pada seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang baik dalam memenuhi kebutuhanya.[2] Motivasi sangat penting bagi manusia untuk mendorong dirinya kearah perubahan, disamping itu motivasi erat kaitanya denga niat, didalam ajaran agama islam telah dijelaskan bahwa segala sesuatu itu tergantung dengan niat. Jika niat baik maka akan menghasilkan sesuatu yang baik, begitu pula sebaliknya agar tercapainya prestasi belajar yang baik.
Kinerja guru merupakan semua kegiatan yang dilakukan oleh seorang pendidik (guru) yakni dengan membimbing atau mengarahkan dan juga menjadi teladan yag baik bagi para peserta didiknya.
Adapun yang termasuk dalam bentuk-bentuk kinerja guru yaitu kemampuan membuat perencanaan dan persiapa mengajar, penguasaan materi yang akan diajarkan kepada siswa, penguasaan metode dan strategi mengajar, kemampuan mengelola kelas, dan kemampuan melakukan penilaian.
Begitu pula dengan motivasi, motivasi belajar sangat diperlukan demi tercapainya suatu prestasi yang memuaskan, karena motivasi belajar merupakan suatu sikap yang dapat mendorong siswa untuk melakukan perubahan tingkah laku yang baik dalam memenuhi kebutuhanya. Adapun aspek-aspek yang termasuk dalam motivasi belajar yakni diantaranya niat, minat dan kemampuan yang dimiliki oleh diri siswa.
Menjadi seorang guru yang baik serta memberikan motivasi yang tinggi akan dapat membuat siswa untuk bisa membuktikan kemampuanya dengan menunjukan prestasi belajar sebagai hasil belajar yang nyata. Jika dalam kegiatan belajar seorang guru tidak menjalankan tugasnya dengan baik maka sudah pasti hasil yang akan diperoleh pun akan rendah. Kinerja guru yang baik dan motivasi belajar yang tinggi sangat membawa pengaruh yang besar dalam mencapai hasil atau prestasi yang baik.
Maka dengan adanya seorang pendidik yang berhasil dan motivasi belajar siswa yang tinggi, maka diharapkan prestasi belajar siswa juga akan tinggi. Hal ini sangat wajar sebab prestasi belajar yang akan diperoleh dan dicapai siswa sangat tergantung dengan cara-cara yang digunakan oleh seorang guru dan motivasi yang dimiliki oleh siswa dalam kegiatan belajar.

Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka asumsi dasar sementara yang dapat penulis ambil adalah bahwa dengan adanya kinerja guru yang baik dan motivasi belajar yang tinggi yang dimiliki oleh siswa dalam kegiatan belajar maka prestasi belajar yang dicapai juga akan tinggi.
Didalam mempelajari PAI diperlukan minat yang tinggi. Dalam hal ini untuk memicu guru PAI khusus nya untuk dapat mencapai target nilai yang lebih baik.
Hasil prasurve yang penulis adakan bahwa guru bidang studi Pendidikan Agama Islam telah berupaya memberikan motivasi belajar yang tinggi seperti pemberian nilai, Pemberian hadiah, Pemberian ulangan, persaingan, pujian, dan film pendidikan, akan tetapi masih banyak murid yang prestasi Pendidikan Agama Islam dibawah nilai KKM yaitu 70%. Hal ini dapat diketahui dari data prasurve yaitu:
Tabel 1
Data Prasurvei Dapat Diketahui Keadaan Kinerja Guru Dengan Motivasi Belajar Dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas X di SMK N 1 Metro Tahun Pelajaran 2010/ 2011
N0.
Nama Siswa
Kelas
Prestasi
Belajar
Keterangan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Mustakim
Fatur Rahman
Krisna Andani
Evi Damayanti
Cindi Yulinda Sari
Bayu Azhari
Ayu Nurmala
Andika Sanjaya
Abdillah Nugraha
Eka Utari
    X  P3
X  AP
X  P3
X AP
X  P3
X AP
X  P3
X AP
X  P3
    X AP
70
60
75
65
60
60
80
70
65
          60
Tuntas
Belum Tuntas
Tuntas
Belum Tuntas
Belum Tuntas
Belum Tuntas
Tuntas
Tuntas
Belum Tuntas
Belum Tuntas
Sumber       :  Hasil wawancara pada tanggal 13 November 2010 dengan guru bidang      studi Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Metro.
Keterangan  :
X AP            :  Kelas 1 Akomodasi Perhotelan
X P3             :  Kelas 1 Pemasaran 3

         Berdasarkan tabel diatas, maka dapat diketahui bahwa dari 10 siswa yang dijadikan sampel 6 siswa yang prestasi belajarnya masih rendah sehingga perlu diadakan penelitian lebih lanjut.
B.      Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas penulis dapat mengidentifikasikan sebagai berikut :
1.            Pembelajaran sudah berjalan dengan baik.
2.            Motivasi yang diberikan oleh guru sudah baik yaitu dengan menggunakan berbagai macam motivasi.
3.            Masih rendahnya nilai Pendidikan Agama Islam dikalangan siswa.

C.     Pembatasan Masalah
Untuk menghindari meluasnya pembahasan dari adanya masalah- masalah yang tidak terjawab dalam penelitian ini maka penulis perlu memberikan pembatasan terhadap ruang lingkup permasalahan yang ada dalam penelitian. Adapun pembatasan masalah yang dapat penulis sajikan dan berikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.            Waktu penelitian adalah pada semester ganjil tahun  pelajaran 2010/ 2011
2.            Subyek penelitian adalah mengenai kinerja guru dan motivasi Ekstrinsik yang diberikan oleh guru denga prestasi siswa kelas X di SMK Negeri 1 Metro.
3.            Siswa kelas X SMK Negeri 1 Metro tahun pelajaran 2010/2011
D.          Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang dapat penulis sajikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
“Adakah Hubungan antara Kinerja Guru Dengan Motivasi Belajar dan  Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas X di SMK N 1 Metro  Tahun Pelajaran 2010/2011”
E.           Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan Penelitian
Berpijak pada rumusan masalah yang telah dikemukakan, maka penelitian ini mempunyai tujuan adalah sebagai berikut:
a)            Untuk mengetahui hubungan antara Kinerja Guru dengan Motivasi Belajar dan prestasi belajar Siswa Kelas X di SMK N 1 Metro, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
b)            Ingin mengetahui seberapa tingkat hubunganya antara motivasi belajar dengan prestasi belajar yang ada disekolah tempat penelitian yang penulis teliti yakni di SMK Negeri 1 Metro.
c)            Untuk mengetahui motivasi guru agama dalam proses pembelajaran di SMK Negeri 1 Metro.
2.            Kegunaan Penelitian
Adapun penelitian yang penulis laksanakan diharapkan dapat mempunyai kegunaan sebagai berikut :
a)            Secara praktis penelitian ini merupakan sumbangan pemikiran bagi guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X di SMK Negeri 1 Metro.
b)            Secara teoritis penelitian ini merupakan pengembangan dari teori-teori yang penulis dapatkan selama mengikuti kuliah sebagai sumbangan pemikiran bagi guru dalam meningkatkan motivasinya terhadap prestasi belajar.


[1] Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, Bumi Aksara, Jakarta, 2003, h. 85
[2] Hamzah B. Uno. Teori Motivasi dan Pengukuranya, cet.Ke I, Bumi Aksara, Jakarta, 2007, h. 3
Share this games :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar yang sopan