Usaha

 photo cooltext934587768.png
Home » , » ANEMIA

ANEMIA




Anemia berasal dari bahasa Yunani kuno “anaimia” yang berarti kekurangan darah. Anemia adalah suatu kondisi dimana terjadi penurunan jumlah sel-sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam darahnya kurang dari normal.
Anemia menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen) pada organ penderitannya sebab hemoglobin dalam sel darah merah yang berkurang berakibat oksigen yang dibawa dari paru-paru ke jaringan tubuh juga menjadi berkurang,. Oleh karenanya berbagai tingkat anemia dapat memiliki berbagai konsekuensi klinis Maka tidak mengeherankan jika gejala anemia ditunjukan dengan merasa cepat lelah, pucat, gelisah, dan terkadang sesak.
Ada 3 kelompok utama anemia (karena penyebabnya):
1. Perdarahan yang berlebihan
Akut (mendadak)
- Kecelakaan
- Pembedahan
- Persalinan
- Pecah pembuluh darah
Kronik (menahun)
- Perdarahan hidung
- Wasir (hemoroid)
- Ulkus peptikum
- Kanker atau polip di saluran pencernaan
- Tumor ginjal atau kandung kemih
- Perdarahan menstruasi yang sangat banyak
2. Berkurangnya pembentukan sel darah merah (ineffective hematopoiesis)
- Kekurangan zat besi
- Kekurangan vitamin B12
- Kekurangan asam folat
- Kekurangan vitamin C
- Penyakit kronik
3. Meningkatnya penghancuran sel darah merah (hemolisis)
- Pembesaran limpa
- Kerusakan mekanik pada sel darah merah
- Reaksi autoimun terhadap sel darah merah
- Hemoglobinuria nokturnal paroksismal
- Sferositosis herediter
- Elliptositosis herediter
- Kekurangan G6PD
- Penyakit sel sabit
- Penyakit hemoglobin C
- Penyakit hemoglobin S-C
- Penyakit hemoglobin E
- Thalasemia
Gejala Anemia
Gejala-gejala yang ditunjukan karena pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ini, bervariasi. Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang. Kondisi anemia yang bertambah berat bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.
Pencegahan & Pengobatan Anemia
Kadar hemoglobin dapat diditeksi melalui pemeriksaan darah di laboratorium. Pemerikasaan darah meliputi pemeriksaan sel darah merah (RBC), hematokrit, hemoglobin, sel darah putih (WBC), komponen sel darah putih, dan trombosit.
Penderita anemia dapat mengonsumsi suplemen besi untuk memulihkan kekurangan sel darah merah tersebut. Selain itu, vitamin B12 juga diperlukan. Jalan terakhir jika anemia sudah mencapai stadium akut adalah dengan transfusi darah.

Jika Anda tiba-tiba mengalami gejala cepat lelah, kurang bergairah, tidak mampu berkonsentrasi, kurang selera makan, pusing, sesak nafas, mudah kesemutan, merasa mual dan jantung berdebar-debar, waspadalah! Kemungkinan besar Anda menderita kekurangan zat besi atau lebih akrab dengan sebutan kurang darah alias  Anemia.

Di dalam tubuh, sel darah merah bertugas sebagai pengangkut zat gizi dan oksigen untuk disalurkan ke seluruh tubuh. Ketika sel darah merah tidak melakukan tugasnya dengan baik, maka pasokan zat gizi dan oksigen yang diperlukan untuk proses fisiologis dan biokimia di dalam tubuh menjadi terganggu. Akibatnya, timbullah gejala-gejala gangguan kesehatan seperti di atas.

Terganggunya tugas sel darah merah di dalam tubuh disebabkan karena beberapa hal, antara lain :
  1. Menurunnya kualitas serta kuantitas hemoglobin sel darah merah karena kekurangan zat besi (Fe).
  2. Kerusakan sel darah merah. Penyebabnya bisa karena kurang gizi, adanya zat beracun atau patogen, faktor keturunan (genetis), penyakit Hodgkin atau kanker yang terdapat pada organ penyimpanan (hati).
  3. Adanya zat-zat penghambat penyerapan zat besi, seperti asam fitat, asam oksalat dan tannin yang banyak terdapat pada serealia, kacang-kacangan dan teh.
  4. Gangguan-gangguan secara fisik, seperti kehilangan darah karena luka berat, tindakan pembedahan, menstruasi, melahirkan, dan terlalu sering menjadi pendonor darah.
  5. Kemungkinan terdapatnya parasit di dalam tubuh (cacing tambang dan cacing pita).

Dari mana tubuh memperoleh zat besi? Zat besi bisa diperoleh dari bahan makanan tertentu. Zat besi dari pangan hewani lebih mudah diserap oleh tubuh, yaitu antara 10-20%, sedangkan dari pangan nabati hanya 1-5%. Contohnya, zat besi dari beras dan dan bayam hanya dapat diserap oleh tubuh sekitar 1%, sedangkan dari ikan lebih banyak, yaitu sekitar 11%. Zat besi sendiri merupakan komponen dari hemoglobin (sel darah merah), mioglobin, sitokhrom, enzim katalase dan enzim peroksidase.

Kebutuhan tubuh akan zat besi berkisar antara 1 sampai 3,2 mg perhari. Wanita dewasa dan remaja putri lebih rawan terkena anemia, hal ini karena mereka mengalami haid setiap bulan. Sehingga mereka membutuhkan zat besi 2 kali lebih banyak dari pria.

Jadi, agar tehindar dari anemia, sertakan lauk dari daging merah, unggas, atau ikan dalam menu Anda. Dan, untuk lebih meningkatkan penyerapan zat besi, perbanyaklah konsumsi vitamin C.


Penyakit anemia sering orang bilang penyakit kurang darah. Ada beberapa sebab yang mengakibatkan penyakit anemia ini yaitu :
1. kehilangan sel darah merah diluar standard
2. kerusakan sel darah merah
3. kekurangn bahan dasar pembuatan sel darah merah dalam tubuh.
Dibawah ini, adalah beberapa ramuan tradisional yang bisa digunakan untuk mengobatai penyakit kurang darah tersebut yaitu :

Ramuan 1 :

60 gram daun bayammerah direbus dengan air secukupnya, tambahkan 1 kuning telur ayam kampungkemudian dimakan.
Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari

Ramuan 2 :

Hati ayamsecukupnya dan 10 butir angco direbus/ditim kemudian dimakan.
Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari

Ramuan 3 :

Cuci 3 genggamdaun bayam merah lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 sendok makan madu dan 1sendok makan air jeruk nipis, lalu saring dan tambahkan satu butir kuning telurayam kampong. Aduk sampai rata.
Pemakaian : Minum satu kali sehari selama seminggu.Setelah itu, lakukan 2 kali seminggu sampai sembuh

Ada 3 lagi ramuan tradisional penyakit anemia di artikel selanjutnya, mohon dibaca yah. Moga membantu


Share this games :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar yang sopan