Usaha

 photo cooltext934587768.png
Home » » Motivasi Belajar

Motivasi Belajar

Motivasi siswa untuk belajar merupakan kecenderungan siswa untuk menemukan kegiatan akademik yang berarti dan berharga, serta untuk mencoba memperoleh manfaat akademik tambahan (Brophy dalam Woolfolk, 1993). Pada saat peserta didik menerima aktivitas pelajaran, disitulah motivasi untuk belajar muncul. Motivasi untuk belajar berarti bekerja menuju tujuan belajar (Woolfolk, 1993).

Motivasi untuk belajar melibatkan lebih dari keinginan atau kehendak untuk belajar, namun juga mencakup kualitas mental atas usaha siswa (Woolfolk, 1993). Oleh karena itu motivasi dalam belajar dapat dikatakan efektif apabila dapat memberikan penempaan mental pada belajar, karena kalau tidak ada motivasi malah akan menjadi kekuatan yang merusak dan bukan kekuatan yang membimbing (Mustaqim dan Wahib, 1991).



2. Jenis-jenis motivasi belajar

Menurut Winkel (1996) ada dua jenis motivasi yang dapat dikaitkan dengan kegiatan belajar, yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik.

a. Motivasi Ekstrinsik

Adalah dorongan untuk melakukan sesuatu dengan tujuan memperoleh sesuatu yang lain (sebagai alat mencapai tujuan akhir). Motivasi ekstrinsik biasanya sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti hadiah dan hukuman. Contoh: seorang siswa belajar dengan keras untuk ujian agar dapat memperoleh nilai bagus di sekolah. Sejalan dengan pendapat Winkel (1996) yang menggolongkan motivasi belajar yang bersifat ekstrinsik, seperti: belajar demi memenuhi kewajiban, belajar demi menghindari hukuman yang diancamkan, belajar demi memperoleh hadiah material yang dijanjikan, belajar demi meningkatkan gengsi sosial, belajar demi memperoleh pujian dari orang penting, belajar demi tuntutan jabatan yang ingin dipegang atau demi memenuhi persyaratan kenaikan jenjang atau golongan administratif.

Menurut Winkel (1996) dalam motivasi yang bersifat ekstrinsik, aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan kebutuhan dan dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar itu sendiri. Selanjutnya Winkel (1996) juga menyatakan bahwa motivasi belajar ekstrinsik bukanlah bentuk motivasi yang secara langsung dapat diidentikkan berasal dari luar siswa. Oleh karena motivasi belajar selalu berpangkal pada suatu kebutuhan yang dihayati oleh orangnya sendiri, biarpun orang lain mungkin memegang peranan dalam menimbulkan motivasi itu. Kekhasan motivasi belajar ekstrinik bukanlah ada atau tidak adanya pengaruh dari luar, melainkan apakah kebutuhan yang ingin dipenuhi pada dasarnya hanya dapat dipenuhi melalui belajar atau sebetulnya juga dapat dipenuhi dengan cara lain.



b. Motivasi Instrinsik

Adalah keterlibatan motivasi internal dari individu untuk melakukan sesuatu berdasarkan keinginannya sendiri. Contoh: seorang siswa belajar keras untuk ujian karena dia menyukai pelajarannya. Hasil penelitian menyarankan perlu dibangun iklim kelas yang baik untuk dapat memotivasi siswa secara instrinsik. Siswa lebih termotivasi untuk belajar ketika mereka diberikan pilihan dan menerima hadiah yang mengandung nilai informasional, tetapi fungsi hadiah tersebut tidak untuk mengontrol perilaku. Contoh: pujian (Santrock, 2008).

Dalam motivasi yang bersifat intrinsik, biasanya orang lain juga memegang peranan, misalnya orang tua atau guru menyadarkan anak akan kaitan antara belajar dengan menjadi orang yang berpengetahuan.

Sardiman (2001), menjelaskan hal- hal yang dapat menimbulkan motivasi intrinsik adalah :

1) Pengetahuan tentang kemajuannya sendiri

Siswa yang mengetahui hasil prestasi sendiri menyadari apakah dirinya mengalami kemajuan atau kemunduran dalam belajarnya. Siswa yang mendapatkan nilai kurang bagus akan terdorong untuk lebih giat belajar lagi agar mendapat nilai yang lebih baik. Sebaliknya, siswa yang mendapat nilai baik akan terdorong untuk mempertahankan prestasi yang telah dicapai.



2) Cita-cita

Seseorang yang mempunyai cita-cita akan terdorong untuk mencapai tujuan yang

dikehendaki. Cita-cita siswa diguankan sebagai pemacu dalam hal belajar.

3) Kebutuhan

Adanya kebutuhan tertentu mendorong siswa untuk berbuat dan berusaha dalam mencapai tujuan tertentu.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ada dua jenis motivasi yang dapat dikaitkan dengan kegiatan belajar, yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Kekhasan motivasi belajar ekstrinik bukanlah ada atau tidak adanya pengaruh dari luar, melainkan apakah kebutuhan yang ingin dipenuhi pada dasarnya hanya dapat dipenuhi melalui belajar atau sebetulnya juga dapat dipenuhi dengan cara lain. Sedangkan kekhasan motivasi belajar ekstrinsik ialah kenyataan bahwa satu-satunya cara untuk mencapai tujuan yang ditetapkan adalah belajar. Oleh karena itu kedua jenis motivasi belajar ini sering diaplikasikan oleh siswa dalam setiap kegiatan belajarnya.



3. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar

Berbagai macam faktor yang mempengaruhi motivasi belajar menurut Kock

(dalam Sardiman, 2001) adalah :

a. Faktor Keluarga

Pengaruh orang tua dapat berupa pemberian latihan dan contoh perbuatan belajar, keakraban orang tua dan anak serta kesesuaian antara harapan orang tua dengan kemampuan anak. Orang tua yang mempunyai pengaruh yang baik akan menimbulkan

persepsi yang positif dan menumbuhkan semangat dan motivasi untuk belajar.



b. Faktor sekolah atau lingkungan sekolah

Suasana di sekolah juga penting dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa. Pembentukan motivasi belajar di sekolah ditentukan oleh guru, karyawan, sekolah dan lingkungan sekolah. Penyediaan fasilitas yang diperlukan juga akan sangat membantu pembentukan motivasi belajar siswa, seperti perpustakaan dan laboratorium. Adanya persepsi yang positif terhadap lingkungan (fisik dan sosial) akan memudahkan siswa belajar dengan baik karena lingkungan dianggap dapat memberikan dukungan terhadap proses belajar.

c. Faktor masyarakat

Usaha membangkitkan motivasi belajar juga menjadi tugas pemerintah dan masyarakat. Misalnya dengan mengadakan taman bacaan/ perpusatakaan dengan koleksi referensi yang bermutu, penyelenggaraan pendidikan praktis di televisi dan sebagainya.



4. Karakteristik Motivasi Belajar

Anderson dan Faust (dalam Prayitno, 1999) menjabarkan tiga karakteristik adanya motivasi belajar dalam diri siswa, yaitu :

a. Minat dalam Belajar

Siswa yang memiliki motivasi belajar yang kuat akan menampakkan minat yang besar untuk belajar. Siswa akan tertarik dengan pelajaran-pelajaran yang diterimanya disekolah dan selalu berusaha mempelajarinya kembali. Menurut Sardiman (2001) siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan menunjukkan minat yang besar terhadap berbagai macam ilmu pengetahuan serta senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal pelajaran yang dihadapinya.

b. Konsentrasi terhadap Pelajaran

Konsentrasi yang penuh terhadap pelajaran yangs edang berlangsung di dalam kelas akan membawa pengaruh yang positif dalam mencapai hasil belajar. Siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi akan senantiasa mengkonsentrasikan pikirannya pada pelajarannya di sekolah, konsentrasinya tidak terpecah pada hal-hal di luar sekolah.

c. Ketekunan dalam belajar

Ketekunan dalam belajar sangat berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar yang baik. Siswa yang memiliki ketekunan dalam belajar serta tidak mudah merasa putus asa ketika mendapat kegagalan dalam proses belajar. Menurut Prayitno (1999) salah satu karakteristik siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi adalah dimilikinya ketekunan dalam belajar. Sardiman (2001) juga menyatakan bahwa siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi menunjukkan adanya ketekunan dalam belajar serta tidak mudah putus asa dalam hal belajar.

Dari berbagai uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa karakteristik motivasi belajar meliputi minat dalam belajar, karena siswa yang memiliki motivasi belajar yang kuat akan menampakkan minat yang besar untuk belajar; konsentrasi terhadap pelajaran, bahwa siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi akan senantiasa mengkonsentrasikan pikirannya pada pelajarannya di sekolah, ketekunan dalam belajar, bahwa siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi memiliki ketekunan dalam belajar serta tidak mudah merasa putus asa ketika mendapat kegagalan dalam proses belajar dan adanya hasrat untuk belajar.
Share this games :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar yang sopan