Usaha

 photo cooltext934587768.png
Home » » PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA KEJAYAAN

PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA KEJAYAAN

BAB I
PENDAHULUAN

Pendidikan Islam telah dimulai sejak jaman Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad membangkitkan kesadaran manuisa terhadap pentingnya pengembangan bidang keilmuan dan atau pendidikan. Memang perintah Allah kepada nabi Muhammad adalah untuk membuka pintu gerbang pengetahuan bagi manusia dengan mengajari atau mendidik. Nabi Muhammad sebagai seorang yang diangkat sebagai pengajar atau pendidik (mu’alim). Disamping itu beliau diperintahkan oleh Allah untuk menyebarkan pesan-pesan Allah yang terkandung dalam Al-quran. Dapat dikatakan bahwa Nabi Muhammad adalah pengajar atau pendidik muslim pertama.
Setelah Rasulullah wafa maka pemerinah Islam dipegang secara bergantian leh Abu Bakar, Umar bin Khtab, Ustman bin Afan, dan Ali bin Abi Thalib. Pendidikan islam pada saat itu adalah pembudayaan ajaran agama Islam  ke dalam  lingkungan budaya bangsa-bangsa sekitar jazirah Arab, yang berlangsung bersamaan dan mengikuti berkembangnya wilayah kekuasaan islam. Proses pengembangan pendidikan Islam pada masa ini sebagian besar memang diwarnai oleh pengajaran atau pembudayaan Al-quran dan sunnah ke dalam lingkungan budaya bangsa-bangsa secara luas pula. Para khalafaur Rasyidin dan sahabat adalah pelaku utama dalam pendidikan islam pada masa itu. Yang kemudian digantikan oleh para tabiin, namun berkembang sebagaimana masa sesudahnya. Begitu pula dalam hal pendidikan Islam tidak jauh berbeda dengan masa Nai Muhammad SAW. yang menekankan pada pengajaran baca tulis dan ajaran-ajaran Islam.
Dengan berakhirnya masa Khulafaur Rasyidin maka mulailah kekuasaan banu Ummayah serta Bani Abbasiyah, yang menemui puncak kejayaan pendidikan Islam pada masa bani Abbasiyah. Kemajuan yang tidak ada tantinannya di kala itu. Pada masa ini, kemajuan politik berjalan seiring dengan kemajuan pendidikan serta peradaban dan kebudyaan, sehingga Islam mencapai masa keemasan, kejayaan dan kegemilangan. Masa keemasan ini mencapai puncaknya terutama pada masa Bani Abbasiyah periode pertama.


BAB II
PEMBAHASAN

PENYAJIAN DATA SEJARAH
Pendidikan Islam Di masa Nabi Muhammad SAW.
Sejak Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul sebagai tanda datangnya Islam sampai sekarang telah berjalan sekitar 14 abad lamanya. Harun Nasution membagi sejarah Islam dalam tiga periode . Pertama, periode klasik antara tahun 650-1250 M. Kedua, periode pertengahan antara tahun 1250-1800 M. Ketiga, periode modern sejak tahun 1800 M, pendidikan Islam mempunyai sejaran yang panjang simulai sejak jaman klasik.

Pendidikan Islam  pada masa Nabi Muhammad SAW. merupakan prototype yang terus menerus dikembangkan umat Islam untuk kepentingan pendidikan pada zamannya. Nabi Muhammad melakukan pendidikan Islam setelah mendapat perintah dari Allah sebagai mana termaktub dalam surat Al-Mudasir ayat 1-7, menyeru yang berarti mengajak, dan mengajak yang berarti mendidik. Pada masa awal pendidikan Islam tentu saja pendidikan formal yang sistematis dalam terselenggara dan pendidikan formal baru muncul pada masa belakangan yakni dengan kebangkitan madrasah. Permulaan pendidikan Islam dapat ditemukan di Mekkah pda zaman Rasulullah. Nabi Muhammad menyiarkan konsep perubahan radikal, hubungan dengan sikap masyarakat Arab yang menjadi mapan sampai saat ini. Perubahan itu sejalan dengan ajaran Islam dan perkembangan agam Islam.

Nabi Muhammad membangkitkan kesadaran manusia terhadap pentingnnya pengembangann bidang kailmuan atau pendidikan. Memang perintah Allah SWT. kepada Nabi Muhammad SAW.  adalah untuk membuka gerbang ilmu pengetahuan bagi manusia dengan jlan mendidik atau mengajar. Nabi Muhammad sebagai salah seorang yang d    iangkat sebagai pengajar atau pendidik (mu’alim). Disamping itu beiau diperintahkan oleh Allah untuk menyebrakan pesan-pesan Allah yang terkandung dalam Al-Quran . dapat dikatakan bahwa Nabi Muhammad adalah pengajar atau pendidik muslin yang pertama.

Pada masa ni pendidikan diartikan sebagai pembudayaan ajaran Islam yaitu memasukkan ajaran-ajaran Islam dan menjadikannya sebagai unsure budaya bangsa  Arab dan menyatu di dalamnya. Dengan pembudayaan Islam kedalam system dan lingkungan budaya Arab tersebut, maka terbentukkah system budaya Islam dalam lingkungan budaya Arab . Dalam proses pembudayaan ajaran Islam kedalam lingkungan budaya Arab berlangsung dengan beberapa cara. Ada kalnya Islam mendatangkan sesuatu ajaran yang bersifat memperkya dan melengkapi unsure budaya yang telah ada dengan menambah yang baru. Ada kalnya Islam mendatangkan ajaran yang sifatnya bertentangan sama sekali dengan unsure budaya yang telah ada sebelumnya yang sudah menjadi kebiasaan adat istiat. Adakalanya islam mendatangkan ajarannya bersifat meluruskan kembali nilai-nilai yang sudah ada yang praktiknya menyimpang dari ajaran Islam.

Pendidikan Islam Di Masa Khulafaur Rasyidin.
Setelah Rasulullah wafat, peradaban Islam member contoh bagaimana cara menegndalikan negara dengan bijaksana (hikamt), kebijaksanaan ini adalah politik yang mengandung hikmat, bergerak,berpikir, bertindak, berlaku, berbuat, yang dalam istilah sekaran disebut taktik, strategi dalam diplomasi yang berbau kelincahan dan kelicikan. Al-quran dan al-Hadits telah mentukan batas-batas yang diperbolehkan dan yang tidak, serta memberikan jalan untuk berpikir , bermusyawarah, dan bertindak.
Setelah Rasulullah wafat , maka pemerintahan Islam dipegang secara bergantian oeleh Abu Bakar, Uamar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib. Pada masa Abu Bakar, pada awal pemerintahannya diguncang oleh pemberontakan dari orang-orang murtad, orang-orang yang mengaku Nabi, dan oranmg-orang yang tidak mau  membayar zakat. Oleh karena itu beliau memusatkan perhatian untuk memerangi pemberontakan yang dapat mengacaukan keamanan dan dapat mempengaruhi orang-orang Islam yang masih lemah imannya untuk menyimpang dari Islam.

Pada masa ini juga sudah terdapat engajaran bahasa Arab, dengan dikuasainya wiyah baru oleh Islam, menyebabkan munculnya keinginan untuk belajar bahasa Arab sebagai pengantar diwilayah-wilayah tersebut. Orang-rang yang baru masuk Islam dari daerah-daerah yang ditaklukan harus belajar bahasa Arab jika mereka ingin belajar dann mendalam ajaran Islam.

Pada masa khalifah utsman kedudukan peradaban Islam tidak jauh berbeda demikian juga pendidikan Islam tidak jauh berbeda dengan dengan masa sebelumnya. Para sahaba diperbolehkan dan diberi kelonggaran meninggalkan Madianh untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang dimiliki. Dengan tersearnya sahabat-sahant besar keberbagai daerah meringankan umat Islam untuk belajar Islam kepada sahabat-sahabat ytang tahu banyak ilmu Islam di daerah mereka sendiri atau daerah terdekat

Pada masa ini pendidikan Islam adalah pembudayaan ajaran Islam kedalam lingkungan budaya bangsa-bangsa disekitar jazirah Arab, yang berlangsung bersamaan dan mengikuti berkembangnya wilayah kekuasaan Islam. Proses pengembngan pendidikan Islam pada masa ini sebgaian besar memang diwarnai oleh pengajaran dan pembudayan la-quran dan sunnah kedalam lingkungan budaya bangsa-bangsa secara luas pula. Para khulafaur Rasidin dan sahabat adalah pelaku utama dalam proses pendidikan pada masa ini, yang kemudian digantikan oleh para tabi’in, namun berkembang sebagaiman masa-masa sesudahnya. Begitu pula dalam hal pendidikan Islam tidak jauh berbeda dengan masa Nabi Muhammad SAW. yang menekankan pada pengajaran baca tulus dan ajaran ajaran Islam disebabkan oleh perhatian umat Islam terhadap perluasan wilayah Islam dan terjadinya pergolakan politik, khsusunya dimasa ali bin Abi Thalib.

Perkembangan Pendidikan Islam di Masa Muawiyah, Abbasiyah dan Kekhalifahan Selanjutnya
Dengan berakhirnya masa Khulafaur Rasyidin maka mulailah kekuasaan bani Umayyah. Selama pemerintahan Muawiyyah, daerah kekuasaan umat Islam meluas sampai Lahore di Psakistan. Perharian khalifah diarahkan ke Byzantine di wilayah utara dan barat. Pasukan Muawiyyah mencapai 1700 kapal perang, membuat Muawiyyah dapat menundukkan banyak pulau diantaranya ialah Rodhes dan pulau yang lain di Yunani. Adapun kemajuan penddidikan dan peradaban Abbasiyahmencapai kejayaan terutama pama masa khalifah al-Mahdi dan puncak popularitas baru setelah pemerintahan Harun al-Rasyid yang diteruskan putranya al-Makmur.

Masa kejayaan ini ditandai dengan perkembangan pesatnya kebudayaan Islam secara mandiri. Dengan berkembangnya luasnya lembaga-lembaga pendidikan Islam, madrasah-masradah dan universitas-uiversitas yang merupakan pusat-pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam. Pada masa ini pendidikan berkembang sebagai akibat dari hal tersebut dan juga merupakan jawaban terhadap tantangan yang diakibatkan oleh perkembangan dan kemajuan kebudayaan-kebudayaan islam sendiri yang berlangsung sangat cepat. Tumbuh dan berkembangnnya ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam yang sangat cepat , merupakan cirri pendidikan Islam masa ini. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awalnya memang merupakan perpaduan antara unsure-unsur pembawaan ajaran Islam sendiri dengan unsure unsure yang berasal dari luar, yaitu unsure budaya perseia, Yunani, Romawi, India, dan sebagainya. Kemudian dalam perkembangannya potensi atau pembawaan Islam tidak merasa cukup hanya menerima saja unsure budaya dari luar itu, kemudian mengembangkan lebih jauh, sehingga kemudian warna dan unsure –unsur Islamnya Nampak lebih dominan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Kemajuan-kemajuan dalam ilmu pengetahuan keagamaan saja, tetapi juga dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan pada umumnya.

Filsafat Yunani mulai berpengaruh dikalangan ilmuan muslim pada masa pemerintahan Bani Umayyah dan mencapai puncaknya pada masa Bani Abbasiyah, ketika karya-karya filosof Yunani diterjemahkan kedalam bahasa Syirah oleh Hunayn dan anaknya menerjemahkan dari bahasa Syirah ke bahasa Arab.

Al-Ma’mun adalah Khalifah yang banyak jasanya dalam menerjemahkan berupa emas seberat yang diterjemahkannnya. Karya-karya Yunani yang dibaca oleh ilmuwan muslim ini memberikan motivasi untuk menggunakan logika dalam membahas ajaran Islam dan mengembangkan serta menemukan berbagai masam ilmu pengethauan yang baru.
   
Unsur dialektika dari Socrates, idealism Plato dan logika Aristoteles dan sebagainya termasuk berpengaruh terhadap lahirnya beberapa aliran dalam Islam seperti, Qadariyah, Asy’ariyah, dan Mu’tazilah.

Metode-metode berpikir yang digunakan oleh filosof Yunani memberikan motivasi bagi ilmuwan muslim untuk lebih banyak berkarya dalam kemajuan pendidikan Islam sehingga mucul ilmuwan seperti Jabir ibn Hayyan, Al-Khindi, Al-razi, Al-Khawarizmi, Al-Farabi, Ibnu Ummar Khayyan, Ibnu Rusyid dan sebagainya.

Melalui orang-orang kreaif seperti Al-Kindi, Al-Razi, Al-Farabi, Ibnu Cina, Al-Masudi, Al-Tabrani, Al-Ghazali, Al-Khawarizmi, Nasil Khusru, Omar Khayyam, dan lain-lain. Pengetahuan Islam telah melakukan investigasi dalam ilmu kedokteran, teknologi, matematika, geografi, dan bahkan sejarah.

Puncak perkembangan dan kebudayaan pemekiran Islam terjadi pada masa pemerinthan Bani Abbas. Akan tetapi, tidak berarti seluruhnya berawal dari kreatifitas penguasa Bani Abbas sendiri. Sebagian di antaranya sudah simulai sejak awal kebangkitan Islam. Dalam bidang pendidikan, misalnya diawal Islam, lembaga pendidikan sedah mulai berkembang. Ketika itu, lembaga pendidikan terdiri dari dua tingkat :
Maktab/kuttab dan masjid, yaitu lembaga pendidikan erendah, tempat anak-anak mengenal dasar-dasar bacaan, hitungan dan tulisan; tempat para remaja belajar dasar-dasar ilmu agama, seperti tafsir, hadits , fiqh dan bahasa.
Tingkat pendalaman. Para pelajar yang ingin memperdalam ilmunya, pergi keluar daerah kepada seorang atau beberapa ahli dalam bidangnya msing-masing. Pada umumnya, ilmu yang dituntut adalah ilmu-ilmu agama. Pengjarannya berlangsung di masjid-masjid atau dirumah-rumah ulama yang bersangkutan. Bagi anak-anak penguasa, pendidikan dapat dilakukan di Istasa atau di rumah penguasa tersebut dengan memanggil ulama ahli kesana.
Lembaga-lembaga ini kemudian erkembang pada masa pemerintahan Bani Abbas, dengan berdirinya perpustakaan dan akademi. Perpustakaan pada masa itu lebih merupakan sebuah universitas, karena disamping terdapat kitab-kitab, disana juga orang dapat membaca , menulis, memahami dan berdiskusi.
Perkembangan lembaga pendidikan itu mencerminkan terjadinya perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Hal ini sanat ditentukan oleh perkembangan bahasa Arab, baik sebagai bahasa administrasi yang sudah berlaku sejak jaman Bani Umayyah, maupun sebagai bahasa ilmu pengetahuan. Disamping itu, kemajuan itu paling tidak, juga ditentukan oleh dua hal, yaitu:
Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengn bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan ilmu pengetahuan. Pada masa pemerintahan bani Abbas , bangsa-bangsa non-Arab banyak yang masuk islam . Asimilasi berlangsung secara efektif dan bernialai guna. Bangsa-bangsa itu memberi saham tertentu salam perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. Pengaruh Persia, sebagaimana sudah disebutkan, sangat kuat dibidang pemerintahan. Disamping itu bangsa Persia banyak berjasa dalam perkembangan ilmu , filsafat, dan sastra. Pengaruh Idian terlihat dalam bisang kedokteran , ilmu matematika dan astronomi. Sedangkan pengaruh Yunani masuk melalui terjemahan-terjemahan dalam banyak bidang ilmu pengetahuan, terutama filsafat.
Gerakan terjemahan yang berlangsung dalam tiga fase. Fase pertama, pada masa khalifah al-Mansyur hingga Harun al-Rasyid. Pada fase ini banyak diterjemahkan adalah karya-karya dalam bidang astronomi dan manthiq. Fase kedua berlangsung mulai pada mada khalifal al-Ma’mun hingga tahun 300 H. Buku-buku yang banyak diterjemahkan adalah dalam bidang filsafat dan kedokteran. Fase ketiga berlangsung sejak tahun 300 H, terutama setelah adanya pembuatan kertas. Bidang-bidang ilmu yang diterjemahkan sedemikian luas.
Pengaruh dari kebudayaan bangsa yang sudah maju tersebut , terutama melalui gerkan terjemahan, bukan saja membawa kemajuan dibidang ilmu pengetahuan umum, tetapi juga ilmu pengetahuan agama. Dalam bidang tafsir, sejak awal sudah dikenal dua metode, penafsiran  pertama, tafsir bi al-ma’tsur, yaitu interpretasi tradisional dengan mengambil interpretasi dari Nabi dan para sahabat. Kedua, tafsir bi al-Ra’yi, yaitu metode rasional yang lebih banyak bertumpu kepada pendapat dan pemikiran daripada hadts dan pendapat sahabat. Kedua metode ini memang berkembang pada masa bani Abbas. Akan tetapi jelas sekali bahwa tafsir dengan metode bi al-ra’ti (tafsir rasional), sangat dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran filsafat dan ilmu pengetahuan. Hal yang sama juga dilihat dalam ilmu fiqh dan terutama dalam ilmu teologi. Perkembangan logika dikalangan umat Islam sangat mempengaruhi perkembangan dua bidang ilmu tersebut.
Imam-imam mazhan hokum yang empat hidup pada masa pemerintahan Abasiyah pertama, Imam Abu Hanifah (700-767 M) dalam pendapat-pendapat hukumnya dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di Kufah, kota yang berada ditengah-tengah kbudayaan Persia yang hidup kemasyarakatannya telah mencapai tingkat kemajuan yang lebih tinggi. Karena itu, mazhab ini lebih banyak menggunakan pemikiran rasional daripada hadis. Muridnya sekaligus pelanjutnya, Abu Yusuf, menjadi Qadhi al-Qudaht di jaman Harun al-Rasyid.
Berbeda dengan Abu Hanifah, Imam Malik (713-795) banyak menggunakan hadits dan tradisi masyarakat Madinah. Pendapat dua tokoh mazhab itu ditengahi oleh Imam Syafi’I (767-820 M) dan Imam Ahmad Hambal (780-855).
Pengaruh gerakan terjemahan terlihat dalam perkembangan ilmu pengetahuan umum, terutama di bidang astronomi, kedokteran, filsafat, kimia dan sejarah. Dalam lapangan asronomi terkenal nama al-Farazi sebagai astrnomi Islam yang pertama kali menyusun astrolobe. Al-Fargani yang terkenal di Eropa dengan nama al-Faragnus, menulis ringkasan ilmu astronomi yang diterjemahkan kedalam bahasa lain oleh,  Gerard Cremona dan Juhannes Hispalensis. Dalam lapangan kedokteran dikenal nama al-Razi dan Ibnu Sina . al-Razi adalah tokoh pertema yang membedakan antara penyakit cacar dengan measles. Dia juga orang yang pertama menysusun buku mengenai kedokteran anak. Sesudahnya, ilmu kedokeran berada ditangann Ibnu Sina. Ibnu Sina yang juga seorang Filosof berhadil menemukan system peredaran darah  pada manusia . diantaranya karyanya adalah al-Qoonum fi al-Thibb yang merupakan endiklopedi kedokteran paling besar dalam sejarah.
Dalam bidang optikal Abu Ali al-Hasan ibnu al-Haytami, yang di Eropa dikenal dengan nama Alhazen, terkenal sebagai orang yang menentang pendapat bahwa mata mengirim cahaya kebenda yang dilihat. Menurut teorinya kemudian terukti kebenarannnya, bendalah yang mengirim cahaya kepada mata. Dibidang kimia, erkenal dengan nama Jabir ibnu Hayyan, dia berpendapat bahwa logam seperti timah, besi dan tembaga dapat diubah menjadi emad atau perak dengan mencampurkan suatu zat tertentu. Dibidang matematika dikenal nama Muhammad ibnu Musa al-Khawarizmi, yang juga mahir dalam bidang astronomi . dialah yang menciptakan ilmu al-jabar. Kata “aljabar” berasal dari bukunya , ‘al-jabr wa al-Muqoibalah”. Dalam bidang sejarah terkenal nama al-Mas’udi. Dia juga ahli dalam ilmu geografi , diantara karyanya adalah muuruj al-zayhab wa Ma’aadzin al-Jawahir.
Tokoh-tokoh terkenal dalam bidang filsafat, antara lain al-Farabi, Ibnu Sina, dan Ibnu Rusyd. Al-Farabi banyak menulis buku tentang filsafat, antara lain logika, jiwa, kenegaraan, etika, dan interpretasi terhadap filsafat aristoteles. Ibnu dina juga banyak mengarang buku tentang filsafat, yang terkenal diantaranya adalah al-Syifa’ . Ibnu Rusyd yang di barat lebih dikenal dengan nama Averroes, banyak berpengaruh di Barat dalam bidang filsafat, sehingga disana terdapat aliran yang disebut dengan Averroesme.

4.  Puncak Kemajuan Ilmu dan Kebudayaan islam
Sebagaimana tdikemukakan bahwa tumbuh dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam, adalah sebagai akibat dari berpadunya unsure-unsur pembawaan ajaran Islam dengan unsure-unsur yang berasal dari luar.
Henry Margenan dan David Bergamini dalam The Scienthis sebagaimana diolah oleh Jujun S. Surisumantri, telah mendaftar sederetan cabang ilmu pengetahuan yang telah dikembanghkan sebagai hasil perkembangan pemikiran dan Ilmiah di kalangan kaum muslimin pada masa jayanya. Yang kemudian secara berangsur-angsur berpindah ke dunia barat sebagai berikut:
Dalam bidang matematika, telah dikembangkan oleh para sarjan muslim berbagai cabang ilmu pengetahuan, sperti teori bilangan, al-jabar, geometri analit, dan trigonometri.
Dalam bidang fisika mereka telah berhasil mengembangkan ilmu mekanika dan optika.
Dalam kimia, telah berkembang ilmu kimia.
Dalam bidang astronomi, kaum muslimin telah memiliki ilmu mekanika benda-benda langit.
Dalam bidang geologi, para ahli ilmu pengetahuan muslim telah mengembangkan Geodesi, Minerologi, dan meteorology.
Dalam bidang biologi, mereka telah memiliki ilmu-ilmu Pisiologi, Anatomi, botani, zoology, embriologi, dan pathologi.
Dalam bidang social telah pula berkembang ilmu politik.

Pada abad ke-10, di dalam dunia Islam telah berkembang lembaga-lembaga pendidikan tinggi bertaraf internasional. System pengajarannya pun terbilang moderen di jamannya. Lembaga-lembaga pendidikan tersebut menyangga pilar-pilar peradaban Islam, karena mampu mensiptakan produk-produk budaya tinggi, seperti ilmu pengetahuan yakni:
Di Kairo Mesir berdiri Universitas Al-Azhar sejak 988 M. Universitas tertua di dunia ini merupakan tempat yang memadai untuk mempelajari bahasa Arab dan Ilmu-ilmu agama. Disamping itu, ia berperan membentengi akidah umat, terutama selama penyerbuan tentara salib selama 200 tahun dan dilanjutkan dengan era klonialisme di era moderen.
Di Baghdad , berdiiri sekolah Nizamiyah pada tahun 1067 M. Philip K Hitti menuturkan, Madrasah Nizamiyah saat itu sudah mempunyai srana belajar yang memadai untuk pengembangan keilmuan para penuntut ilmu. Madrasah Nizamiyah menerapkan system yang mendekati system pendidikan yang dikenal sekarang.
Di kota yang sama juga berdiri sekolah tinggi Al-Mustansiriyah pata tahun 1226 M. Para pelajar di Al- Muntansiriyah sejak dini dikenalkan fiqh sunni empat mahzab, yakni Hambali , Maliki, Syafi’I, Hanafi. Guna menunjang proses belajar mengajar diperkuliahan, pihak kesultanan mendirikan sebuah perpustakaan yang dangat besar. Ibnu Batutta penjelajah muslim asal Maroko, sempat mengutarakan kekagumannya pada kebesaran dan kemegahan perpustakaan di kampus Al-Mustansiriyah ini.
Lembaga pendidikan Islam ternama lainnya adalah universitas al-Qawariyyin di kota Fez, Maroko. Universitas ini tercatat sebagai salah satu perguruan tinggi prestisius diabad pertengahan.
Demikianlah pendidikan islam pada masa kemajuan Islam, kemajuan yang tidak ada tandingannya di kala itu. Pada masa ini kemajuan politik serjalan seiring dengan kemajuan pendidikan, peradaban, dan kebudayaan. Sehingga Islam mencapai masa keemasan, kejayaan dan kegemilanan. Masa keemasan ini mencapai puncaknya terutama pada masa kekuasaan Bani Abbas periode pertama.

 B.  ANALISIS FAKTA SEJARAH
Pendidikan islam yang dimulai dari masa Nabi Muhammad SAW. Khulafur Rasyidin, serta Masa Muawiyyah dan Abbasiyah serta kekhalifahan selanjtnya, yang pada puncak kemjuan  ilmu dan kebudayaan Islam adalah terjadi pada masa Daulah bani Abbasiyah. Masa kejayaan ini ditandai dengan perkembangan pesatnya kebudayaan Islam secara mandiri. Dengan berkembangnya luasnya lembaga-lembaga pendidikan Islam, madrasah-masradah dan universitas-uiversitas yang merupakan pusat-pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam. Pada masa ini pendidikan berkembang sebagai akibat dari hal tersebut dan juga merupakan jawaban terhadap tantangan yang diakibatkan oleh perkembangan dan kemajuan kebudayaan-kebudayaan islam sendiri yang berlangsung sangat cepat. Tumbuh dan berkembangnnya ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam yang sangat cepat , merupakan cirri pendidikan Islam masa ini. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awalnya memang merupakan perpaduan antara unsure-unsur pembawaan ajaran Islam sendiri dengan unsure unsure yang berasal dari luar, yaitu unsure budaya perseia, Yunani, Romawi, India, dan sebagainya. Kemudian dalam perkembangannya potensi atau pembawaan Islam tidak merasa cukup hanya menerima saja unsure budaya dari luar itu, kemudian mengembangkan lebih jauh, sehingga kemudian warna dan unsure –unsur Islamnya Nampak lebih dominan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Kemajuan-kemajuan dalam ilmu pengetahuan keagamaan saja, tetapi juga dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan pada umumnya.

Fuilsafat Yunani yang mulai berpengaruh dikalangan ilmuan muslim pada masa pemerintahan Bani Umayyah dan mencapai puncaknya pada masa Bani Abbasiyah, ketika karya-karya filosof Yunani diterjemahkan kedalam bahasa Syirah oleh Hunayn dan anaknya menerjemahkan dari bahasa Syirah ke bahasa Arab. Unsur dialektika dari Socrates, idealism Plato dan logika Aristoteles dan sebagainya termasuk berpengaruh terhadap lahirnya beberapa aliran dalam Islam seperti, Qadariyah, Asy’ariyah, dan Mu’tazilah.

Selain itu metode-metode berpikir yang digunakan oleh filosof Yunani memberikan motivasi bagi ilmuwan muslim untuk lebih banyak berkarya dalam kemajuan pendidikan Islam sehingga mucul ilmuwan seperti Jabir ibn Hayyan, Al-Khindi, Al-razi, Al-Khawarizmi, Al-Farabi, Ibnu Ummar Khayyan, Ibnu Rusyid dan sebagainya.

Melalui orang-orang kreaif seperti Al-Kindi, Al-Razi, Al-Farabi, Ibnu Cina, Al-Masudi, Al-Tabrani, Al-Ghazali, Al-Khawarizmi, Nasil Khusru, Omar Khayyam, dan lain-lain. Pengetahuan Islam telah melakukan investigasi dalam ilmu kedokteran, teknologi, matematika, geografi, dan bahkan sejarah.

Memang puncak perkembangan dan kebudayaan pemekiran Islam terjadi pada masa pemerinthan Bani Abbas. Akan tetapi, tidak berarti seluruhnya berawal dari kreatifitas penguasa Bani Abbas sendiri. Sebagian di antaranya sudah simulai sejak awal kebangkitan Islam. Dalam bidang pendidikan, misalnya diawal Islam, lembaga pendidikan sedah mulai berkembang. Ketika itu, lembaga pendidikan terdiri dari dua tingkat :
Maktab/kuttab dan masjid, yaitu lembaga pendidikan erendah, tempat anak-anak mengenal dasar-dasar bacaan, hitungan dan tulisan; tempat para remaja belajar dasar-dasar ilmu agama, seperti tafsir, hadits , fiqh dan bahasa.
Tingkat pendalaman. Para pelajar yang ingin memperdalam ilmunya, pergi keluar daerah kepada seorang atau beberapa ahli dalam bidangnya msing-masing. Pada umumnya, ilmu yang dituntut adalah ilmu-ilmu agama. Pengjarannya berlangsung di masjid-masjid atau dirumah-rumah ulama yang bersangkutan. Bagi anak-anak penguasa, pendidikan dapat dilakukan di Istasa atau di rumah penguasa tersebut dengan memanggil ulama ahli kesana.
Kemudian lembaga-lembaga ini kemudian erkembang pada masa pemerintahan Bani Abbas, dengan berdirinya perpustakaan dan akademi. Perpustakaan pada masa itu lebih merupakan sebuah universitas, karena disamping terdapat kitab-kitab, disana juga orang dapat membaca , menulis, memahami dan berdiskusi.
Berkembangnya lembaga pendidikan itu mencerminkan terjadinya perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Hal ini sanat ditentukan oleh perkembangan bahasa Arab, baik sebagai bahasa administrasi yang sudah berlaku sejak jaman Bani Umayyah, maupun sebagai bahasa ilmu pengetahuan. Disamping itu, kemajuan itu paling tidak, juga ditentukan oleh dua hal, yaitu:
Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengn bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan ilmu pengetahuan. Pada masa pemerintahan bani Abbas , bangsa-bangsa non-Arab banyak yang masuk islam . Asimilasi berlangsung secara efektif dan bernialai guna. Bangsa-bangsa itu memberi saham tertentu salam perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. Pengaruh Persia, sebagaimana sudah disebutkan, sangat kuat dibidang pemerintahan. Disamping itu bangsa Persia banyak berjasa dalam perkembangan ilmu , filsafat, dan sastra. Pengaruh Idian terlihat dalam bisang kedokteran , ilmu matematika dan astronomi. Sedangkan pengaruh Yunani masuk melalui terjemahan-terjemahan dalam banyak bidang ilmu pengetahuan, terutama filsafat.
Gerakan terjemahan yang berlangsung dalam tiga fase. Fase pertama, pada masa khalifah al-Mansyur hingga Harun al-Rasyid. Pada fase ini banyak diterjemahkan adalah karya-karya dalam bidang astronomi dan manthiq. Fase kedua berlangsung mulai pada mada khalifal al-Ma’mun hingga tahun 300 H. Buku-buku yang banyak diterjemahkan adalah dalam bidang filsafat dan kedokteran. Fase ketiga berlangsung sejak tahun 300 H, terutama setelah adanya pembuatan kertas. Bidang-bidang ilmu yang diterjemahkan sedemikian luas.
Berasal dari pengaruh dari kebudayaan bangsa yang sudah maju tersebut , terutama melalui gerkan terjemahan, bukan saja membawa kemajuan dibidang ilmu pengetahuan umum, tetapi juga ilmu pengetahuan agama. Dalam bidang tafsir, sejak awal sudah dikenal dua metode, penafsiran  pertama, tafsir bi al-ma’tsur, yaitu interpretasi tradisional dengan mengambil interpretasi dari Nabi dan para sahabat. Kedua, tafsir bi al-Ra’yi, yaitu metode rasional yang lebih banyak bertumpu kepada pendapat dan pemikiran daripada hadts dan pendapat sahabat. Kedua metode ini memang berkembang pada masa bani Abbas. Akan tetapi jelas sekali bahwa tafsir dengan metode bi al-ra’ti (tafsir rasional), sangat dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran filsafat dan ilmu pengetahuan. Hal yang sama juga dilihat dalam ilmu fiqh dan terutama dalam ilmu teologi. Perkembangan logika dikalangan umat Islam sangat mempengaruhi perkembangan dua bidang ilmu tersebut.
 Dalam dunia pendidikan Islam telah berkembang pendidikan tinggi bertaraf internasional pada abad ke-10,. System pengajarannya pun terbilang moderen di jamannya. Lembaga-lembaga pendidikan tersebut menyangga pilar-pilar peradaban Islam, karena mampu mensiptakan produk-produk budaya tinggi, seperti ilmu pengetahuan yakni:
Di Kairo Mesir berdiri Universitas Al-Azhar sejak 988 M. Universitas tertua di dunia ini merupakan tempat yang memadai untuk mempelajari bahasa Arab dan Ilmu-ilmu agama. Disamping itu, ia berperan membentengi akidah umat, terutama selama penyerbuan tentara salib selama 200 tahun dan dilanjutkan dengan era klonialisme di era moderen.
Di Baghdad , berdiiri sekolah Nizamiyah pada tahun 1067 M. Philip K Hitti menuturkan, Madrasah Nizamiyah saat itu sudah mempunyai srana belajar yang memadai untuk pengembangan keilmuan para penuntut ilmu. Madrasah Nizamiyah menerapkan system yang mendekati system pendidikan yang dikenal sekarang.
Di kota yang sama juga berdiri sekolah tinggi Al-Mustansiriyah pata tahun 1226 M. Para pelajar di Al- Muntansiriyah sejak dini dikenalkan fiqh sunni empat mahzab, yakni Hambali , Maliki, Syafi’I, Hanafi. Guna menunjang proses belajar mengajar diperkuliahan, pihak kesultanan mendirikan sebuah perpustakaan yang dangat besar. Ibnu Batutta penjelajah muslim asal Maroko, sempat mengutarakan kekagumannya pada kebesaran dan kemegahan perpustakaan di kampus Al-Mustansiriyah ini.
Lembaga pendidikan Islam ternama lainnya adalah universitas al-Qawariyyin di kota Fez, Maroko. Universitas ini tercatat sebagai salah satu perguruan tinggi prestisius diabad pertengahan.
Masyarakat Islam  pada masa Daulah Bani Abbasiyah mengalami kenajuan ilmu pengetahuan yang sangat peasat karena yang dipengaruhi oleh factor-faktor:
1. Faktor Politik
Pindahnya Ibu kota negara dari Syiam ke Irak dan Baghdad sebagai ibu Kotanya. Baghdad pada waktu itu merupakan kota yang paling tinngi kebudayaannya dan lebih dulu mencapai tingkat ilmu pengetahuan.
2.  Faktor Sosiografi
Meningkatnya kemakmuran umat Islam pada waktu itu kerena luasnya kekuasaan Islam yang menyebabkan bnayak orang Persia dan Romawi yang masuk Islam kemudian menjadi muslim.
3.  Aktifitasd Ilmiyah
Ada beberapa aktifitas ilmiah yang berlangsung dikalangan umat Islam pada mada itu yang dapat mengantarkan mereka mencapai kemajuan dibidang ilmu pengetahuan seperti penyusunan buku-buku ilmiah hadits, tafsir, fiqh dan lain-lain kemudian penerjemah merupakan aktifitas yang paling besar perannya dalam mentransfer ilmu pengetahuan.
Selain itu perkembangan kemajuan pendidikan Islam Nampak adanya dua factor yang saling mempengaruhi, yaitu factor intern atau pembawaan dari ajaran agama Islam itu sendiri dan factor eksteren , yaitu berupa rangsangan dan tantangan dari luar.
1. Berkembangnya lembaga-lembaga pendidikan Islam:
Kuttab sebagai lembaga pendidikan dasar
pendidikan rendah di Istana
Toko-toko kitab
Rumah-rumah para ulama (ahli ilmu pengetahuan)
Majlis atau salon kesusteraan
Badiah (padang pasir, dusun tempat tinggal badwi)
Rumah sakit
Perpustakaan
Masjid
2.  Sistem pendidikan disekolah-sekolah
Diantara factor-faktor yang meneybabkan berdirinya sekolah-sekolah diluar masjid adalah bahwa:
Khaqah-khalaqah (lingkaran) untuk mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan yang didalamnya juga terjadi diskusi dan perdebatan yang ramai, sering satu sama lain saling mengganggu, disamping sering pula mengganggu orang-orang yang beribadah dalam masjid. Keadaan demikian, mendorong untuk dipindahkan khalqah-khalaqah tersebut keluar lingkungan masjid, dan didirikanlah bangunan-bangunan sebagai ruang kuuliah atau kelas-kelas yang tersendiri.
Dengan berekmbangnya ilmu pengetahuan bauik mengenai agama maupum umum maka diperlukan semakin banyak khalaqah-khlaqah (lingkaran-lingkaran pengajaran), yang tidak mungkin semua tertampung dilingkungan masjid.
Rencana pelajaran pada pendidikan tinggi, ada umumnya rencana pelajaran pada perguruan tigigi Islam, dibagi menjadi dua jurusan:
Jurusan ilmu-ilmu agama dan bahasa sastra Arab, yang juga disebut sebagai ilmu-ilmu Naqiyah, yang meliputi : Tafsir Al-qurn, Hadist, Fiqih, dan ushul fiqh, Nahwu/Sorof, Balaghah, bahasa arab dan kesusastraan.
Juruan ilmu-ilmu umu, yang disebut sebagai ilmu aqliyah melipui: mantiq, ilmu alam, dan kimia.musik, ilmu-ilmu pasti, ilmu ukur, ilmu falak, ilmu hahiyah (ketuhanan), ilmu hewan, ilmu tumbuh-tumbuhan dan kedokteran.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A.  KESIMPULAN
Pendidikan islam yang dimulai dari masa Nabi Muhammad SAW. Khulafur Rasyidin, serta Masa Muawiyyah dan Abbasiyah serta kekhalifahan selanjtnya, yang pada puncak kemjuan  ilmu dan kebudayaan Islam adalah terjadi pada masa Daulah bani Abbasiyah.
Perkembangan kemajuan pendidikan Islam ada dua factor yang saling mempengaruhi, yaitu factor intern atau pembawaan dari ajaran agama Islam itu sendiri dan factor eksteren , yaitu berupa rangsangan dan tantangan dari luar.
Faktor dari dalam yang berupa pembawaan dari ajaran agama Islam itu sendiri, dan ekstern seperti; Fuilsafat Yunani yang mulai berpengaruh dikalangan ilmuan muslim pada masa pemerintahan Bani Umayyah dan mencapai puncaknya pada masa Bani Abbasiyah, ketika karya-karya filosof Yunani diterjemahkan kedalam bahasa Syirah oleh Hunayn dan anaknya menerjemahkan dari bahasa Syirah ke bahasa Arab. Metode-metode berpikir yang digunakan oleh filosof Yunani memberikan motivasi bagi ilmuwan muslim untuk lebih banyak berkarya dalam kemajuan pendidikan Islam sehingga mucul ilmuwan seperti Jabir ibn Hayyan, Al-Khindi, Al-razi, Al-Khawarizmi, Al-Farabi, Ibnu Ummar Khayyan, Ibnu Rusyid dan sebagainya
Puncak perkembangan dan kebudayaan pemekiran Islam terjadi pada masa pemerinthan Bani Abbas. Akan tetapi, tidak berarti seluruhnya berawal dari kreatifitas penguasa Bani Abbas sendiri. Sebagian di antaranya sudah simulai sejak awal kebangkitan Islam. Dalam bidang pendidikan, misalnya diawal Islam, lembaga pendidikan sedah mulai berkembang. Lembaga-lembaga ini kemudian berkembang pada masa pemerintahan Bani Abbas, dengan berdirinya perpustakaan dan akademi. Perpustakaan pada masa itu lebih merupakan sebuah universitas, karena disamping terdapat kitab-kitab, disana juga orang dapat membaca , menulis, memahami dan berdiskusi.

Demikianlah pendidikan islam pada masa kemajuan Islam, kemajuan yang tidak ada tandingannya di kala itu. Pada masa ini kemajuan politik serjalan seiring dengan kemajuan pendidikan, peradaban, dan kebudayaan. Sehingga Islam mencapai masa keemasan, kejayaan dan kegemilanan. Masa keemasan ini mencapai puncaknya terutama pada masa kekuasaan Bani Abbas periode pertama.


B.   SARAN

Majunya pendidikan islam pada saat tu merupakan upaya-upya yang dilakukan para cendikiawan muslim untuk memajukan umat Islam tentunya, yang  saat ini masih dapat dirasakan keberadaannya. Untuk itu sebagai seorang peljar hendaknya mampu menggali potensi-potensi yang telah dimiliki, dengan mempelajari ilmu-ulmi pengetahuan yang berguna tentunya, untuk mencapai ridha illahi dan mampu untuk memajukan pendidikan Islam sebagaimana yang telah dilakukan oleh para pendahulu-pendahulu kita. Pengetahuan yang telah dikembangkan sebagai hasil perkembangan pemikiran dan ilmiah dikalangan kaum muslimin pada masa jayanya, harus mampu untuk dipelajari sebagai bekal kita untuk mengembangkan serta memajukan pendidikan Islam. Semoga apa yang telah dilakukan cendikiawan-cendikiawan muslim terdahulu seagai upaya yang telah dilakukan untuk memajukan pendidikan Islam dapat menjadi motivasi bagi para pelajar untuk lebih giat belajar dan mampu meningkatkan prestasinya, bagi pendidikan Islam.


SOAL PILIHAN GANDA
1.      Puncak masa kejayaan pendidikan Islam ditandai dengan…
a.       Berkembang pesatnya kegiatan pembelajaran
b.      Berkembang pesatnya kebudayaan Islam dengan berkembang luasnya lembaga pendidikan Islam
c.       Munculnya sekolah-sekolah
d.      Berkembangnya pendidikan pada saat itu
e.       Munculnya ilmu pengetahuan yang baru.
2.      Dalam bidang pendidikan misalnya diawal Islam lembaga pendidikan sudah mulaiberkembang, ketika itu lembaga pendidikan terdiri dari dua tingkat yaitu….
a.       Perpustakaan dan  toko buku
b.      Rumah ulama dan kuttab
c.       Maktab/kuttab dan masjid dan tingkat pendalaman
d.      Masjid dan majlis atau salon kesusastraan
e.       Maktab dan  pendidikan rendah di istana
3.      Perkembangan lembaga pendidikan itu mencerminkan terjadinya perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Hal ini sangat ditentukan oleh perkembangan bahasa Arab, baik sebagai bahasa administrasi yang sudah berlaku sejak zaman Bani Umayyah, maupun sebagai bahasa ilmu pengetahuan. Disamping itu, kemajuan iytu peling tidak ditentukan oleh dua hal, yaitu…
a.       Terjadinya asimilasi antara bangsa ra dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam hal ilmu pengetahuan dan gerakan terjemhan.
b.      Terjadinya internalisasi antara bangsa ra dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam hal ilmu pengetahuan dan gerakan pendidikan usia dini
c.       Terjadinya regeneralisasi antara bangsa ra dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam hal ilmu pengetahuan dan gerakan pembaharuan pendidikan
d.      Terjadinya inyteraksi antara bangsa ra dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam hal ilmu pengetahuan dan gerakan terjemhan.
e.       Terjadinya asimilasi antara bangsa ra dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam hal ilmu pengetahuan dan gerkan pembaharuan pendidikan.
4.      Puncak masa kejayaan pendidikan Islam terjadi pada masa…
a.       Dulah Abbasiyah
b.      Daulah Umayyah
c.       Daulah Muwahidun
d.      Daulah Ayyubiyah
e.       Semua benar
5.      Karya-karya….. yang dibaca oleh ilmuwan muslim ini memberikan motivasi untuk menggunakan logika dalam memahas  ajaran Islam dan mengembangkan serta menemukan berbagai macam ilmu pengetahuan yang baru.
a.       Persia
b.      Andalusia
c.       Arab
d.      Yunani
e.       Romawi
6.      Perkembangan lembaga pendidikan mencerminkan terjadinya perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Hal ini sangat ditentukan oleh perkembangan…., baik sebagai bahasa administrasi yang sudah berlaku sejak zaman Bani Umayyah, maupun sebagai bahasa ilmu pengetahuan.
a.       Bahasa Romawi
b.      Bahasa Yunani
c.       Bahasa Arab
d.      Bahasa Persia
e.       Bahasa Asing
7.      Filsafat….. mulai berpengaruh dikalangan ilmuwan muslim pada masa pemerintahan Bani Umayyah dan mencapai puncaknya pada masa Bani Abbasiyah.
a.       Romawi
b.      Islam
c.       Ara
d.      Asing
e.       Yunani
8.      Pengaruh daru kebudayaan bangsa yang sudah maju, terutama melalui…. Bukan saja membawa kemajuan di bidang ilmu pengetahuan  umum  tetapi juga ilmu pengetahuan agama.
a.       Gerakan pembaharuan pendidikan
b.      Gerakan pengembangan Islam
c.       Gerakan terjemahan
d.      Gerakan penelitian
e.       Budaya membaca
9.      Masyarakat Islam pada masa Daulah Bani Abbasiyah, mengalami kemajuan ilmu pengetahuan yang sangat pesat karena yang dipengaruhi oleh factor-faktor….
a.       Pendidikan. Sosiografik, kekuasaan
b.      Politik, geografis, pendidikan
c.       Politik, sosiografi, aktifitas ilmiah
d.      Sosiografi, aktifitas ilmiah, kekuasaan
e.       Ekonomi, politik, pendidikan
10.  Manfaat mempelajari sejarah pendidikan Islam pada masa kejayaan yakni, kecuali….
a.       Mampu menganalisis dejarah pendidikan Islam pada masa itu.
b.      Bertambah pengetahuan mengenai pendidikan Islam pada masa itu
c.       Dapat mengambil pelajaran mengenai pendidikan Islam pada masa itu
d.      Memberikan pemahaman terhadap pendidikan Islam pada masa itu
e.       Memberikan pemahaman yang rancu mengenai pendidikan Islam pada masa itu

KUNCI JAWABAN
1.         B
2.         C
3.         A
4.         A
5.         D
6.         C
7.         E
8.         C
9.         C
10.     E






 
Share this games :

1 komentar:

Komentar yang sopan